Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bontang Disorot Belum Siap Sambut Wisatawan IKN, DPRD Dorong Kehadiran Hotel Berjaringan Nasional

Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam. (Dok. Humas Setwan)

Katinting.com, Bontang – Sebagai kota industri yang juga berpotensi menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN), Bontang dinilai belum sepenuhnya siap menyambut peluang besar dari sektor pariwisata. Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menyebut salah satu kelemahan mendasar Bontang saat ini adalah minimnya fasilitas akomodasi modern yang sesuai standar wisatawan domestik dan mancanegara.

Menurutnya, Bontang memang tengah berbenah dengan hadirnya pusat perbelanjaan besar seperti mall. Namun, fasilitas perhotelan yang representatif masih belum memadai untuk menopang industri wisata secara serius.

“Kita sudah ada mall, tapi penginapan kita masih belum cukup kuat untuk menunjang sektor wisata. Sekalipun ada Hotel Sintuk bintang tiga, Grand Equator bintang satu, itu belum cukup. Kita butuh hotel dengan brand besar yang dipercaya publik,” ujar politisi yang sudah menjabat 3 periode tersebut baru-baru ini.

Ia mendorong pemerintah kota untuk mulai memikirkan langkah strategis agar jaringan hotel nasional seperti Aston, Mercure, atau Ibis tertarik menanamkan investasi di Bontang. Menurutnya, kehadiran hotel-hotel tersebut akan meningkatkan daya saing Bontang dengan daerah lain di Kalimantan Timur.

“Coba lihat Berau, letaknya jauh lebih terpencil, tapi bisa menghadirkan hotel-hotel bagus. Sementara kita yang lebih dekat dan punya akses industri, justru belum ada,” sindirnya.

Rustam menyampaikan bahwa brand besar dalam dunia perhotelan mampu menjadi magnet tambahan bagi wisatawan. Bukan hanya soal tempat tidur, tapi juga soal kenyamanan, fasilitas, dan kepercayaan wisatawan akan kualitas pelayanan.

“Kalau wisatawan yang terbiasa tidur di Mercure atau Aston lalu diajak ke hotel kelas standar, mereka bisa ilfeel dan tidak mau balik. Ini hal teknis tapi sangat menentukan pengalaman wisata,” ucap politisi Partai Golkar itu.

Ia menegaskan, dalam menjemput peran sebagai penyangga IKN, Bontang tidak bisa hanya mengandalkan keindahan alam atau event budaya. Semua aspek, termasuk infrastruktur dan akomodasi, harus ditata secara serius.

“Pariwisata itu paket lengkap. Percuma kita punya laut indah, mangrove, budaya yang kuat, kalau tamunya enggak bisa tidur nyaman. Ini PR bersama,” tandasnya.

Rustam berharap pemerintah bisa memfasilitasi hadirnya investor sektor perhotelan dengan kebijakan insentif atau kemudahan perizinan, agar Bontang tidak tertinggal dari kota-kota lain di Kalimantan Timur yang lebih progresif dalam mengembangkan pariwisata. (Re)

Share: