Katinting.com, Bontang – Ketua Pansus DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, mengungkap kesepakatan penting antara Pemerintah Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk bekerja sama mengatasi banjir.
Proyek ini diyakini menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kawasan perbatasan dua daerah tersebut.
“Ini program lama yang sempat mandek. Tapi sekarang sudah tidak ada hambatan lagi, karena status lahannya sudah berubah dari hutan lindung menjadi APL (Area Penggunaan Lain),” ujarnya, Senin (14/7/2025) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.
Menurutnya, rencana ini sudah pernah digagas sejak masa Wali Kota Neni Moerniaeni 5 tahun silam dan telah ditindaklanjuti hingga ke tingkat provinsi. Hitung-hitungan teknisnya pun sudah pernah dilakukan, termasuk kapasitas bendungan yang mampu menampung 1,7 juta liter air dengan kedalaman 13 meter.
Ubayya menambahkan bahwa Kutim bahkan lebih dulu mengajak Pemkot Bontang untuk mengaktifkan kembali kerja sama tersebut.
“Kami akan dorong agar masuk ke dalam RPJMD dua daerah. Kalau sudah jadi program resmi, tindak lanjutnya akan lebih mudah,” tuturnya.
Ia berharap kesepakatan ini bisa menjadi langkah nyata kolaborasi antarwilayah untuk menyelesaikan persoalan lingkungan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. (Re)






