Gambar detikcom
banner 728x90

Jakarta, Katinting.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mataram meminta masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya untuk tidak mudah mempercayai berita-berita yang tidak benar (hoaks).

“Bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya diharapkan tidak panik, tetap tenang, selalu waspada dan tidak mudah mempercayai berita-berita yang tidak benar,” ujar Kepala BMKG Mataram Agus Riyanto dalam rilisnya, Senin (3/9).

Beberapa waktu lalu beredar informasi di media sosial mengenai ada apa dengan tanggal 26 dan ada apa dengan hari Minggu? Informasi tersebut melampirkan deretan kejadian gempa bumi yang terjadi di tanggal 16 dan hari Minggu.

Agus menjelaskan setiap harinya gempa bumi selalu terjadi di seluruh belahan dunia namun tidak semua gempa bumi dirasakan. Hingga saat ini, lanjut dia, belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan dan dimana akan terjadi gempa serta berapa kekuatannya.

“Sampai saat ini belum ada negara dengan teknologi apapun di dunia yang mampu memprediksi kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa bumi yang akan terjadi dengan tepat hari dan tanggalnya. Tidak semua gempa bumi besar terjadi pada tanggal 26 dan hari Minggu,” ujar Agus dalam rilisnya.

Dikatakan Agus, BMKG merupakan satu-satunya instansi resmi di Indonesia yang menginformasikan kejadian gempa bumi dan tsunami. Masyarakat bisa selalu berkoordinasi dan melihat informasi terkini terkait gempa bumi dan tsunami melalui web resmi BMKG www.bmkg.go.id, aplikasi infoBMKG dan media sosial BMKG.

BMKG Mataram mencatat, hingga 2 September 2018 pukul 06.00 WIB tercatat sebanyak 495 gempa susulan, 23 diantaranya dirasakan.

(Nawala KSP)

Bagikan
Deskripsi gambar...