Katinting.com, Bontang – Komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam menjaga tata kelola arsip yang profesional terus diperkuat melalui sinergi antara Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK).
Kedua instansi ini kembali berkolaborasi dalam kegiatan Pemusnahan Arsip Fasilitatif dan Substantif Tahap II Tahun 2025, Kamis (24/10/2025), di Ruang Rapat BKPSDM.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, dan Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, bersama jajaran pejabat terkait. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan arsip bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, tetapi kerja bersama lintas perangkat daerah untuk menjaga efisiensi dan akuntabilitas publik.
Ia menegaskan bahwa pemusnahan arsip yang dilakukan secara rutin merupakan bentuk nyata pengelolaan dokumen yang tertib dan transparan.
“Sinergi antara BKPSDM dan DPK ini penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi dan prinsip akuntabilitas,” ujarnya, Jum’at (24/10/2025).
Sementara itu, Retno Febriaryanti mengapresiasi peran aktif BKPSDM yang selama ini menjadi salah satu perangkat daerah paling konsisten dalam urusan kearsipan. Menurutnya, kedisiplinan BKPSDM menjadi teladan bagi instansi lain di lingkungan Pemkot Bontang.
“BKPSDM tidak hanya menjaga arsip dengan baik, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembinaan arsip daerah. Kolaborasi ini mendukung Bontang meraih prestasi di bidang kearsipan tingkat nasional,” katanya.
Pemusnahan arsip tahap dua tahun ini dilakukan berdasarkan Surat Wali Kota Nomor B/000.5.6.2/1009/DPK/2025. Sebanyak 1.862 berkas dari periode 2002–2022 dimusnahkan secara total menggunakan metode pencacahan, termasuk arsip pensiun, mutasi, dan berkas PTT/Honorer.
Hal ini menjadi simbol kolaborasi yang berkelanjutan antara BKPSDM dan DPK dalam menegakkan budaya tertib arsip di lingkungan Pemkot Bontang. Keduanya berkomitmen untuk terus memperkuat sistem dokumentasi yang efisien, aman, dan berdaya guna.
Dengan sinergi lintas perangkat daerah, Bontang diharapkan semakin siap menuju tata kelola pemerintahan berbasis data dan arsip digital yang transparan dan modern. (Re)






