Mamuju, Katinting.com – Minggu (12/05) jabatan penjabat gubernur (Pj) Sulawesi Barat yang satu tahun belakangan di jabat oleh Sestama BNPP Prof Zudan Arif Fakrulloh, berakhir berdasarkan SK Pj Gubernur.
Untuk itu melalui radiogram Mendagri Nomor 100.2.1.3/2200/SJ yang ditandatangani Plt Sekretaris Jenderal Tomsi Tohir tertanggal 9 Mei 2024, menunjuk Sekprov Sulbar sebagai pelaksana harian Gubernur Sulawesi Barat, sejak berakhirnya masa jabatan Pj Gubenur Sulbar, untuk mengisi kekosoangan jabatan gubernur, sampai ada keputusan berikutnya.
Dalam radiogram tersebut, selain menunjuk Sekprov Sulbar menjabat Plh Gubernur Sulbar, juga menunjuk Sekprov di Gorontalo, Maluku Utara, dan Banten sebagai Plh di masing masing provinsi tersebut yang Pj. Gubernurnya juga berakhir masa jabatannya.
Berakhirnya jabatan Prof Zudan Arif Fakrulloh, sebagai Pj Gubernur Sulbar, tentu menimbulkan reaksi positif dari sejumlah masyarakat Sulawesi Barat, sebab mereka menganggap meskipun Prof Zudan memimpin Sulbar hanya satu tahun, namun dampak kemajuan di sejumlah sector, dapat dirasakan oleh masyarakat Sulbar.
“Saya kira, beliau (baca Prof Zudan) adalah tipe pemimpin yang dibutuhkan oleh Sulbar saat ini, karena kinerjanya jelas dan terukur, ada kemajuan dan positivism dirasakan oleh masyarakat” beber Mahmud salah seorang warga Mamuju Tengah, (10/05) kepada laman ini.
Hal yang sama juga di sampaikan oleh salah seorang tokoh muda dan entrepreneur dari Polewali Mandar Anshar Bakti, iya sangat berharap kiranya, Kemendagri dapat mempertimbangkan kembali menunjuk Prof Zudan Arif Fakrulloh, sebagai Pj Gubernur Sulbar.
“Saya Prof Zudan sudah menunjukan kinerja yang baik, sangat luar biasa memperlihatkan pengabdiannya, kepada kita, masyarakat di Bumi Malaqbi ini, sehingga tentu, ada harapan kiranya beliau lagi ditunjuk kembali jadi Pj Gubernur Sulbar” ujar Anshar.
Ia juga menunjukan kinerja dan sikap yang baik Prof Zudan di Pemilu yang lalu, di mana sangat menjaga netralitas jabatannya dari kontestasi Pemilu,
“Nah ini kemudian menjadi takaran kami, mengapa kemudian kami berharap Prof Zudan dipertahankan, sebab sebentar lagi Sulbar akan menggelar Pilkada, dan kami percaya Zudan akan mampu menjaga kondisifitas dan netralitasnya di Pilkada nanti, kalua kemudian masuk lagi orang baru yang belum terukur, malah cawe cawe di Pilkada, kan bisa merusak iklim demokrasi di Sulbar” pungkas Anshar. (Fhatur Anjasmara)






