Mamuju, Katinting.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berkomitmen mengakselerasi transformasi posyandu dari sekadar pos kesehatan ibu dan anak menjadi pusat layanan terpadu masyarakat. Komitmen ini ditegaskan usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Posyandu 2025 di Jakarta.
Perwakilan Bapperida Sulbar, Putri Anindy, menyatakan rakornas menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. “Transformasi ini sejalan dengan misi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas,” ujarnya, Senin (22/09).
Baca juga; Dinkes Sulbar Soroti Tantangan SDM Kesehatan: Masih Ada 6 Puskesmas Tanpa Dokter
Berdasarkan rakornas, cakupan layanan posyandu kini diperluas secara signifikan. Lembaga masyarakat ini tidak lagi hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga menjadi motor penggerak di enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), mencakup pendidikan, sosial, perumahan, pekerjaan umum, dan ketertiban umum.
Untuk implementasinya, Putri merinci tiga rekomendasi krusial. Pertama, pemerintah provinsi harus segera mengintegrasikan mandat Permendagri 13/2024 dan keenam bidang SPM ke dalam dokumen perencanaan daerah (RPJMD, RKPD, Renstra-PD). Kedua, membentuk tim kerja lintas dinas guna memastikan koordinasi dan sinergi program. Ketiga, menerapkan sistem pengawasan berbasis indikator kinerja yang jelas.
“Pengawasan akan memantau metrik seperti jumlah kunjungan dan kader terlatih, serta memastikan digitalisasi data. Hasilnya akan dilaporkan langsung kepada Ketua Tim Penggerak PKK dan Gubernur sebagai bentuk akuntabilitas,” tegas Putri.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menegaskan bahwa hasil rakornas akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan strategi teknis. Ia menekankan bahwa penguatan posyandu adalah investasi fundamental.
“Posyandu adalah ujung tombak dan wajah pelayanan publik yang paling dekat dengan masyarakat. Kita harus memastikannya kuat, relevan, dan benar-benar berdaya bagi peningkatan kesejahteraan rakyat,” pungkas Junda. (*/Fhatur Anjasmara)






