Mamuju, Katinting.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting. Langkah strategis ini diwujudkan melalui finalisasi kerja sama pemanfaatan data dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) dalam rapat daring, Rabu (28/1).
BACA JUGA: Bapperida Sulbar Revolusi Layanan Publik Sulbar, Probis 2025-2029 Hilangkan Pemborosan Digital
Kerja sama ini bertujuan menyinkronkan data Pendataan Keluarga (PK) dengan Program PASTIPADU (Penanggulangan Kemiskinan dan Penanganan Stunting Terpadu), mendukung visi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga untuk mewujudkan daerah yang maju dan sejahtera.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Sulbar, Andi Almah Aliuddin, menyoroti kenaikan prevalensi stunting di Sulbar sebesar 5,1% menjadi 35,4% pada 2024, yang diperparah dengan tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS). “Integrasi data lintas sektor adalah solusi kunci agar intervensi tidak lagi parsial,” tegas Almah.
Adapun Poin-Poin Hasil Pembahasan:
- Integrasi Data Digital: Data PK berbasis by name by address akan diintegrasikan ke dalam dashboard digital untuk pemantauan intervensi secara real-time.
- Mekanisme Kerja Sama: Penandatanganan MoU dan PKS dijadwalkan Februari 2026, mencakup akses data, protokol kerahasiaan, dan dukungan teknis.
- Fokus Operasional: Pembentukan tim pengawas provinsi untuk mengawal aksi di 72 desa sasaran, dengan optimalisasi peran Tim Pendamping Keluarga (TPK).
- Sinergi Lintas Sektor: Melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan mitra CSR untuk menangani pernikahan anak dan menyediakan beasiswa bagi ATS.
Secara terpisah, Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menegaskan bahwa keakuratan data dan kolaborasi adalah kunci sukses PASTIPADU.
“Data yang akurat memungkinkan intervensi tepat sasaran. Seluruh proses akan dipantau digital agar bantuan benar-benar tepat,” ujarnya.
Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Sulbar berharap dapat membangun tata kelola data terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan stunting. (*)






