Mamuju, Katinting.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi produk unggulan lokal, khususnya Kopi Arabika Mamasa, melalui pengajuan Indikasi Geografis (IG). Langkah strategis ini mengemuka dalam kegiatan Fasilitasi Penyusunan Rancangan Akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mamasa Tahun 2026, yang digelar secara hybrid di Kantor Bapperida Sulbar.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Sulbar, Muh. Saleh, menegaskan bahwa penetapan IG bukan sekadar pengakuan simbolis, melainkan sebuah keharusan strategis untuk melindungi identitas dan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
“Kopi Mamasa bukan sekadar kopi, tetapi kopi yang memiliki identitas geografis yang diakui secara hukum,” tegas Muh. Saleh.
Ia menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan tema RKPD Mamasa 2026 yang berfokus pada pengembangan ekonomi. Pengakuan IG diharapkan dapat mendongkrak nilai tambah, daya saing, dan memperkuat posisi Kopi Mamasa di pasar nasional maupun global, sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.
Paparan dari Pemerintah Kabupaten Mamasa yang disampaikan oleh Kepala Bidang PPEPD Bappeda Mamasa, Ratu, mengungkap sejumlah tantangan pembangunan. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Mamasa tercatat sebesar 3,26%, dengan jumlah penduduk miskin masih mencapai 14,20% atau 23.610 jiwa.
Prioritas pembangunan Mamasa untuk 2026 difokuskan pada: Peningkatan produktivitas sektor unggulan, Pembangunan konektivitas antarwilayah, Percepatan penanggulangan kemiskinan, dan Penguatan tata kelola pemerintahan dan layanan publik.
Kegiatan fasilitasi yang dibuka oleh Kepala Bidang PPEPD Bapperida Sulbar, Hasanuddin, ini bertujuan memastikan dokumen RKPD 2026 Mamasa dapat menjawab tantangan tersebut secara terarah dan terukur.
“Diharapkan dengan adanya fasilitasi ini, penyusunan RKPD 2026 Kabupaten Mamasa dapat terarah, terukur, dan efektif dalam menjawab tantangan pembangunan daerah,” ujar Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, secara terpisah.
Melalui sinergi ini, Bapperida Sulbar berperan sebagai fasilitator untuk memastikan perencanaan pembangunan di Mamasa selaras dengan prioritas strategis provinsi dan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara nyata. (*)






