Pasangkayu, Katinting.com – Guna mengantisipasi dampak dari bencana alam, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu melakukan kunjungan kerja langsung ke sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi bencana. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 30 Oktober 2025 ini difokuskan di wilayah Pangiang dan Polewali.
Rombongan anggota dewan yang turun ke lapangan terdiri dari Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Hariman Ibrahim, Arham Bustaman, dan Robin Chandra Hidayat. Kunjungan ini juga diikuti secara langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasangkayu, Arhamuddin, guna memastikan koordinasi yang solid antara legislatif dan eksekutif dalam penanganan masalah ini.
Arham Bustaman, dalam keterangannya, menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mendapatkan gambaran nyata di lapangan.
“Kunjungan ini kami lakukan untuk melihat langsung potensi masalah dan akan segera kami carikan solusinya,” ujar Arham Bustaman.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan BPBD menjadi kunci utama. “Kami berharap dari kunjungan langsung bersama kepala BPBD ini dapat mencarikan solusi sehingga warga bisa tenang dan mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan. Ketenangan dan keselamatan warga adalah prioritas kami,” jelasnya.
Sementara itu, Hariman Ibrahim, menekankan pentingnya pendekatan langsung ke masyarakat untuk memahami akar permasalahan.
“Kunjungan langsung ke masyarakat ini penting untuk melihat langsung pokok persoalan. Tidak bisa hanya mendengar laporan, tapi harus turun sendiri,” tegas Hariman.
Ia juga menyatakan bahwa hasil tinjauan ini akan didokumentasikan dan dijadikan bahan kebijakan yang strategis. “Ini akan menjadi catatan penting bagi kami untuk dimasukkan dan dipertimbangkan dalam program-program pembangunan ke depan. Poin-poin rawan bencana ini harus mendapatkan perhatian khusus,” pungkas Hariman.
Kunjungan kerja ini diapresiasi sebagai langkah proaktif dan preventif dari DPRD. Dengan sinergi yang baik antara legislatif dan BPBD, diharapkan langkah-langkah antisipatif dan solusi jangka panjang dapat segera diwujudkan untuk meminimalisir risiko bencana dan memberikan rasa aman kepada warga di daerah rawan tersebut. (*)







