Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Alur Kemajuan Sungai Budong: BWSS V Bayar Santunan Rp37 Miliar, Wujudkan Visi Gubernur Sulbar

Mamuju Tengah, TOKATA.id – Seperti sungai yang akhirnya menampung airnya setelah perjalanan panjang, Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) V tuntas menyuntik Rp37 miliar santunan tahap ketiga kepada 48 warga Desa Salulebbo, Kecamatan Topoyo, atas pelepasan lahan 40,2 hektare untuk Bendungan Sungai Budong-Budong. Kolaborasi apik Pemprov Sulbar, Pemkab Mamuju Tengah, dan BWSS ini bukan hanya lunas tanggung jawab, tapi pintu gerbang irigasi modern yang bakal menyuburkan 1.500 hektare sawah di wilayah ini.

Puncaknya digelar di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah, Selasa (10/2/2026), dihadiri para pihak terkait yang menyaksikan momen historis ini. Kepala BWSS V Mamuju Tampang membuka sesi dengan ungkapan syukur mendalam atas fasilitasi Pemprov Sulbar.

“Koordinasi lintas instansi ini selaras visi-misi Gubernur Suhardi Duka, infrastruktur pertanian sebagai tulang punggung kesejahteraan,” tegasnya.

Bendungan ini dirancang menampung 4,5 juta meter kubik air, menjanjikan panen dua kali setahun bagi petani lokal.

Tampang tak lupa menitipkan pesan bijak kepada penerima

“Dana ini bukan sekadar kompensasi, melainkan benih modal usaha. Manfaatkanlah agar derajat hidup naik, seperti air bendungan yang mengalir deras menyuburkan tanah kering.” Harapannya, santunan ini jadi perekat antara pembangunan nasional dan aspirasi rakyat.

Mewakili Pemkab, Asisten Bidang Pemerintahan Mahyuddin menyampaikan apresiasi tulus. “Terima kasih kepada BWSS V Mamuju dan Dinas Perkimtahub Sulbar atas dedikasi mereka. Proses yang sempat tertatih kini tuntas, menghadirkan keadilan bagi pemilik lahan,” ujarnya, mewakili Bupati yang absen.

Kepala Dinas Perkimtahub Sulbar Madareski Salatin menyebut ini keberhasilan kolektif.

“Komunikasi transparan antara BWSS V Mamuju, Pemkab Mamuju Tengah, masyarakat, dan Pemprov telah teruji. Total lahan 120 hektare dari tiga tahap kini aman untuk proyek strategis ini semoga pola sinergi ini jadi model emas ke depan,” katanya dengan senyum puas.

Sabri Badaruddin, PPPK Pengadaan Tanah BWSS V Mamuju, mengonfirmasi kelancaran proses sejak tahap pertama tahun 2022.

“Transparansi jadi kunci, tak ada hambatan signifikan berkat dialog terbuka,” ungkap Sabri. Dengan pembayaran ini, total santunan tahap ketiga mencapai Rp37 miliar, menutup babak pengadaan lahan hingga saat ini.

Bendungan Sungai Budong-Budong, bagian dari Program Strategis Nasional, diproyeksikan rampung 2027.

“Manfaatnya? Irigasi stabil, pengendalian banjir, dan peningkatan pendapatan petani hingga 30%. Bagi warga Salulebbo, ini bukan akhir, tapi awal alur baru menuju kemakmuran.” tutup Sabri. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat