Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Ali Baal : Kita akan Bayarkan Gaji GTT dan PTT yang punya SK

Ali Baal saat menerima pengunjukrasa di depan Kantor Gubernur Sulbar. (Humas)

Mamuju, Katinting.com – Ketidakjelasan nasib para  Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada SMU/SMK terkait penertiban Surat Keputusan (SK) dan pembayaran gajinya yang tertunda selama tujuh bulan sejak Januari-Juli 2018, kembali disuarakan Aliansi Gerakan Cinta Guru saat melakukan aksi demonstrasi dihalaman Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (19/7).

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, didampingi Kepala Disdikbud, Arifuddin Toppo dan Kepala Dispora, Muhammad Hamzih, dan tenaga ahli Gubernur Sulbar, Amiluddin Atjo menemui pengunjukrasa mengatakan, dalam waktu dekat Pemerintah Sulbar akan menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Insya Allah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membayarkan gaji GTT dan PTT yang punya SK, dan dana pun sudah ada,” tuturnya.

Ali Baal juga menegaskan, sebelum SK GTT dan PTT diterbitkan, terlebih dahulu akan dilakukan verifikasi terhadap jumlah GTT, PTT dan berapa banyak yang dibutuhkan pada masing-masing sekolah.

“Kita akan mencocokan lagi berapa jumlah GTT dan PTT yang masih aktif dan tidak akan ada pengurangan,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Arifuddin mengatakan, permasalahan itu muncul akibat adanya ketidak sesuaian data yang ada sekarang dengan jumlah GTT dan PTT jika berdasarkan SK 2017 lalu, padahal menurut Arifuddin pembayaran gaji GTT dan PTT harus sesuai kondisi ideal yang ada di sekolah.

“Kita tidak tahu siapa yang harus kita bayarkan sebab datanya sudah berubah, dimana setelah dilakukan verifikasi ternyata banyak diantara GTT dan PTT sudah tidak melaksanakan tugas, meninggal dunia bahkan pindah daerah di luar Sulbar, jadi insya Allah hari ini hasil verifikasinya kita akan rampungkan,” terang Arifuddin.

Sebelumnya, perwakilan demonstran Iswandi dalam orasinya menyampaikan bahwa Pemprov  tidak serius dalam menyelesaikan persoalan itu, sebab apa yang menjadi tuntutan para demonstran sampai hari ini belum juga disikapi pihak Pemprov.

“Pemerintah Sulbar tidak merealisasikan tuntutan kita pada aksi sebelumnya, maka ini merupakan aksi kedua yang kita dilakukan, dan jika Pemprov tidak juga menerima tuntutan kami, maka kami akan menduduki kantor Gubernur ,” kata Iswandi.

Untuk itu sebagai bentuk aktif civil soceity, Ia mengatakan atas nama  Aliansi Gerakan Cinta Guru menuntut  Pemprov Sulbar agar memperhatikan dan segera menindaklanjuti persoalan itu.

“Kami  Aliansi Gerakan Cinta Guru akan senantiasa berjuang dan mengawal sampai akhir,” katanya sambil menutup orasinya.

(ADV. Kominfo Sulbar/Mhy)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat