Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

DKPPKB Sulbar Perkuat GARATTA TBC dan Layanan Kesehatan Inklusif jelang Seminar LAN Makassar

Mamuju, Katinting.com – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, memimpin rapat progres implementasi GARATTA TBC dan menerima audiensi komunitas penyandang disabilitas netra pada Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Kerja Kepala DKPPKB dan Kantor DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, sebagai bagian persiapan presentasi hasil inovasi pada seminar Pelatihan Kepemimpinan Nasional yang dijadwalkan 29 Juli 2026 di Pusjar SKMP Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar.

Rapat membahas perkembangan implementasi GARATTA TBC (Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi Tuberkulosis), meliputi capaian program, penguatan kolaborasi lintas sektor, inovasi di desa lokus, dan penyempurnaan materi yang akan dipaparkan pada seminar. Melalui program tersebut, DKPPKB mendorong percepatan investigasi kontak, peningkatan penemuan kasus, perluasan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), penguatan edukasi masyarakat, serta pemanfaatan data untuk pengambilan kebijakan lebih efektif.

Dalam arahannya, dr. Nursyamsi menegaskan bahwa GARATTA TBC lahir dari kebutuhan daerah untuk mempercepat eliminasi TBC dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat.

“GARATTA TBC bukan hanya sebuah program, tetapi sebuah gerakan bersama yang mengintegrasikan seluruh potensi daerah dalam menemukan kasus lebih cepat, memberikan terapi pencegahan secara optimal, serta memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga sembuh. Inovasi ini terus kami sempurnakan agar dapat menjadi praktik baik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi.

Ia menambahkan bahwa seminar di Pusjar SKMP LAN Makassar akan menjadi momentum memperkenalkan inovasi daerah dan berbagi praktik baik dalam penguatan tata kelola pelayanan kesehatan, khususnya penanggulangan TBC berbasis kolaborasi lintas sektor. Upaya ini juga merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendukung agenda nasional eliminasi TBC dan memperkuat transformasi layanan kesehatan primer.

Pada kesempatan berbeda namun serentak, Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas (Kesprimkom) DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, Putri Anindy, menerima kunjungan audiensi penyandang disabilitas netra. Pertemuan menjadi ruang dialog untuk membahas kebutuhan pelayanan kesehatan yang ramah disabilitas, peningkatan akses layanan, serta penguatan edukasi kesehatan yang dapat diakses seluruh kelompok masyarakat.

Putri menyampaikan komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan yang adil, setara, dan inklusif. “Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk kolaborasi dalam membangun pelayanan kesehatan yang lebih inklusif. Masukan dari teman-teman disabilitas menjadi bagian penting dalam penyempurnaan layanan agar semakin mudah diakses, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam audiensi juga dibahas pentingnya memperkuat promosi kesehatan yang ramah disabilitas, peningkatan akses informasi kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pemenuhan hak-hak kesehatan penyandang disabilitas di Sulawesi Barat. DKPPKB menegaskan prinsip tidak meninggalkan siapa pun (no one left behind) sebagai dasar pembangunan layanan kesehatan primer yang inklusif, responsif, dan berkeadilan.

Kedua inisiatif ini sejalan dengan Panca Daya ke-3 Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, dalam upaya mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”. Melalui GARATTA TBC dan kolaborasi bersama komunitas disabilitas, pemerintah provinsi berharap menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif, kolaboratif, inklusif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat menuju Sulawesi Barat Bebas TBC.

(*/FA)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat