Mamasa, Katinting.com – Dua minggu tanpa hujan sudah membuat sawah-sawah di Dusun Sirope dan Dusun Burri, Desa Pebassian, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa mengering dan retak-retak.
Ironisnya, kondisi ini terjadi tepat saat petani bersiap memulai penanaman padi di pertengahan Juli ini.
Yang memperburuk situasi, pasokan air dari irigasi perpipaan pun sudah tidak bisa diandalkan. Jaringan pipa sepanjang kurang lebih 7 kilometer dari sumber air ke areal persawahan rusak akibat bencana longsor — termasuk bendungannya.
“Awalnya ada irigasi perpipaan, namun air tidak dapat lagi menjangkau ke areal persawahan di tempat ini lantaran terjadi bencana alam yang mengakibatkan banyak pipa rusak dan bendungan air juga sudah rusak, sementara jarak dari sumber air ke persawahan kurang lebih 7 kilometer,” kata Yopi, salah seorang petani setempat, Selasa (21/7/2026).
Total lahan yang terdampak dan terancam tidak bisa digarap diperkirakan mencapai 13 hektare dari dua dusun tersebut.
Yopi berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi. “Dari persoalan yang kami hadapi bersama sejumlah petani, diharapkan ada solusi dari pemerintah sehingga petani di desa kami dapat terbantu,” ujarnya. (*)






