Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Fiskal Terbatas, Bapperida Sulbar: Kalau Tidak Punya Uang, Paling Tidak Punya Regulasi

Mamuju, Katinting.com – Di tengah keterbatasan fiskal, inovasi kebijakan jadi andalan. Itulah pesan utama Kepala Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Drs. Amujib, M.M., dalam fasilitasi pembahasan Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Majene Tahun 2027, yang digelar secara daring, Rabu (1/7/2026).

“Di tengah keterbatasan anggaran, kita dituntut melakukan inovasi. Kalau kita tidak punya uang, paling tidak kita punya kekuatan membuat regulasi,” ujarnya.

Amujib menegaskan RKPD adalah dokumen yang menentukan arah seluruh penganggaran daerah hingga ke APBD 2027.

“RKPD inilah yang menjadi acuan sampai pada proses APBD nantinya. Kenapa demikian? Agar tidak ada penyimpangan dalam penyusunan APBD kita di tahun 2027,” tegasnya.

Ia mendorong agar RKPD Majene selaras dengan target provinsi — pertumbuhan ekonomi Sulbar 6,20% dan penurunan kemiskinan ke kisaran 8,13–8,82% — serta mendukung agenda nasional Asta Cita dan Panca Daya sebagai arah pembangunan Sulbar.

Pemerintah Kabupaten Majene sendiri memaparkan sejumlah target konkret untuk 2027: pertumbuhan ekonomi 6,25%, penurunan pengangguran terbuka ke 2,81%, penurunan kemiskinan ke sekitar 12,3%, dan penurunan prevalensi stunting melalui sinergi lintas perangkat daerah. Target-target ini disusun mengacu pada RPJMD Kabupaten Majene 2025–2029 dengan visi “Majene Maju, Mandiri, dan Berbudaya”.

Sebagai tindak lanjut fasilitasi, Tim Bapperida Sulbar memberikan rekomendasi penyempurnaan dokumen RKPD Majene, mencakup penguatan keterkaitan prioritas pembangunan dengan program perangkat daerah, penyempurnaan indikator kinerja, serta penyesuaian program strategis nasional dan tematik agar seluruh target bisa diukur secara lebih komprehensif. (*/Zk)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat