Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Lalla Tassisara Bangkit, Reformasi Birokrasi dan PAD Naik 31%, Visi Agropolitan Terwujud

Mamuju Tengah, Katinting.com – Di lereng hijau Bumi Lalla Tassisara, angin perubahan ekonomi berhembus kencang sepanjang 2025 hingga awal 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah, dipimpin Bupati Dr. Arsal Aras dan Wakil Bupati Dr. Askary Anwar, tak hanya bertahan di tengah badai anggaran terbatas, tapi justru menggeliat dengan kemandirian fiskal yang mengagumkan. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Oktober 2025 tembus Rp59,71 miliar—naik 31,06% dari tahun sebelumnya—menjadi tulang punggung pembiayaan program prioritas, dari infrastruktur hingga pelayanan dasar.

Kepala Bapperida Dzulkifli Ramli, dalam perbincangan dengan media, ungkap indikator makro yang berpijar. “Pertumbuhan ekonomi Januari–September 2025 capai 3,98%. Kemiskinan tertekan dari 7,72% menjadi 7,22%, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 68,53 ke 69,17,” tuturnya. Pengangguran pun anjlok ke 1,58%—terendah di Sulawesi Barat (Sulbar 2,86%, nasional 4,85%)—sementara ketimpangan pendapatan merosot drastis via Gini Ratio dari 0,366 menjadi 0,244. Capaian ini antar Mamuju Tengah raih penghargaan nasional penurunan ketimpangan kesejahteraan masyarakat 2025.

Ekonomi yang kokoh ini tak lepas dari reformasi birokrasi yang gigih. Nilai SAKIP lompat dari CC ke B (63,28), Reformasi Birokrasi B, plus penghargaan SAKIP dan Zona Integritas Februari 2026—prestasi pertamanya setelah 13 tahun berdiri. Penandatanganan perjanjian kinerja 26 Januari 2026 perkuat akuntabilitas, ditambah Peringkat I Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Sulbar dan predikat INOVATIF dengan skor Indeks Inovasi Daerah tertinggi 63,8.

Visi jangka menengah RPJMD 2025–2029 (Perda No. 2/2025) tekankan Mamuju Tengah sebagai daerah agropolitan maju, sejahtera, berkelanjutan. Tahun 2026, fokus peningkatan pelayanan dasar—pendidikan, kesehatan, PUPR—dan produktivitas pertanian sebagai tulang punggung ekonomi. Proyek rehabilitasi jalan Topoyo–Karossa digeber untuk konektivitas dan distribusi hasil tani, sementara inflasi sempat 6,94% dikendalikan lewat distribusi pangan pro-rakyat.

“Tentu ini menjadi sesuatu yang baik dalam pembangunan Bumi Lalla Tassisara,” pungkas Dzulkifli.

Catatan Keberhasilan Ekonomi-Pro Rakyat:

  • Gerakan Mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui beasiswa KUAT dan Gerakan TAKI SOLA.

  • Pembentukan 54 Koperasi Desa Merah Putih untuk kuatkan ekonomi desa.

  • Program Makan Bergizi Gratis bagi 27.000 penerima manfaat.

  • Akselerasi hilirisasi pertanian dan pengembangan industri pengolahan.

Secara keseluruhan, kinerja Pemkab periode ini gambarakan pembangunan terstruktur: reformasi kuat, fiskal mandiri, infrastruktur dan ekonomi saling menguatkan visi agropolitan. Mamuju Tengah janjikan inklusif dan lestari. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat