Mamuju Tengah, Katinting.com – Di bawah bayang keterbatasan fiskal nasional yang memangkas alokasi daerah 15% (data Kemendagri 2025), Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Karossa, Kamis (5/2/2026), jadi medan pertarungan prioritas: hilirisasi pertanian seluas 12.000 ha—penopang 45% PDRB kecamatan senilai Rp1,2 triliun (BPS Sulbar 2025).
Sekda Litha Febriani, S.E., M.S.E., membuka acara dengan nada tegas: “Anggaran minim bukan alasan mandek; ini panggilan pilah prioritas tajam.” Ia soroti usulan harus jawab kebutuhan urgen—infrastruktur dasar (jalan rusak 30% di Karossa), pendidikan (tingkat putus sekolah 8%), kesehatan (cakupan posyandu 75%), dan ekonomi lokal. “Realistis, terukur, selaras visi kabupaten—atau sia-sia,” tegasnya.
Litha ingatkan: Musrenbang adalah kedaulatan rakyat, tapi data BPS tunjukkan 60% petani Karossa masih bergantung hasil mentah sawit dan kakao, tanpa pengolahan yang bisa tambah nilai 30%.
Sekretaris Bapperida Takdir Musa, ST., M.Si., kuatkan tema 2027: “Akselerasi Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi Pertanian dan Penguatan SDM Berdaya Saing.” Potensi Karossa Pertanian, perikanan (produksi 5.000 ton/tahun), dan kelautan siap hasilkan Rp500 miliar via hilirisasi, naikkan pendapatan petani 20-30%. “Inputkan ke SIPD untuk transparansi mutlak,” perintahnya.
Takdir kritik: “Sinergi pemangku kepentingan wajib—orang desa, OPD, DPRD agar usulan tak karatan jadi dokumen mati.” Bapperida janji kawal aspirasi data-driven.
Hadiri pemerintah kecamatan, 28 kepala desa, perwakilan 15 OPD, 10 anggota DPRD, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, dan kelompok rentan (disabilitas, lansia). Target: rumusan prioritas RKPD 2027 yang akuntabel, hindari lubang hitam anggaran sia-sia. (*/Fhatur Anjasmara)






