
Katinting.com, Sangatta – Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah mengintensifkan program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) sebagai upaya inovatif untuk diversifikasi pangan dan peningkatan gizi masyarakat. Program ini secara spesifik mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai pengganti bahan baku utama seperti tepung, terigu, dan beras.
Kepala Diskepang Kutim, Ery Mulyadi, menjelaskan bahwa sosialisasi B2SA kini menyasar berbagai lapisan masyarakat, dimulai dari tingkat sekolah dasar hingga ke masyarakat umum.
“Kalau B2SA itu saat ini kan kami ini masih dalam tahap sosialisasi. Jadi kita sosialisasikan program B2SA ini mulai dari anak-anak di tingkat sekolah dasar, kemudian nanti juga akan kita menyasar kepada masyarakat umum,” terang Ery Mulyadi baru-baru ini.
Untuk memicu kreativitas dan adopsi pangan lokal, Diskepang telah melaksanakan beberapa kegiatan rutin, salah satunya adalah lomba menu B2SA.
“Di antaranya kemarin di bulan Juli kita sudah melakukan kegiatan lomba. Jadi lomba B2SA ini program rutin setiap tahun kita laksanakan, lomba menu B2SA berbasis dengan potensi sumber daya lokal, itu pun di luar non-tepung, non-terigu, dan non-beras,” jelasnya, menekankan fokus pada bahan pangan alternatif.
Selain lomba, Diskepang juga aktif melakukan intervensi langsung di sekolah-sekolah dasar sebagai target utama edukasi gizi. Kegiatan yang telah dilaksanakan mencakup sosialisasi dan edukasi gizi, kegiatan minum jus bersama, pemberian bantuan makanan seperti telur kepada anak-anak.
Program ini bahkan telah menjangkau wilayah yang lebih jauh, seperti di kecamatan Busang dan Sandaran, menunjukkan komitmen Diskepang ntuk menyebarkan edukasi B2SA ke seluruh pelosok Kutim.
Melalui program inovatif ini, Diskepang Kutim berharap dapat mengubah pola konsumsi masyarakat menjadi lebih beragam, mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan pokok, serta memaksimalkan pemanfaatan kekayaan sumber daya pangan lokal.(Adv)






