Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Diskepang Kutim Ajak Warga Selamatkan Pangan Lewat Gerakan Inovatif  

Katinting.com, Sangatta – Dalam upaya menekan pemborosan pangan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan, Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kutai Timur meluncurkan kampanye bertajuk Gerakan Selamatkan Pangan (GSP). Kampanye ini diharapkan menjadi gerakan kolektif masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola konsumsi dan kelebihan pangan.

“Gerakan ini bertujuan membangun kesadaran bahwa pangan tidak boleh disia-siakan. Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sisa makanan dan potensi pangan berlebih yang masih bisa dimanfaatkan,” kata Andi Ilham Ghifari, JF Program Diskepang Kutim, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, ada enam langkah utama yang digaungkan dalam Gerakan Selamatkan Pangan, yakni: mencegah pemborosan sejak dari rumah tangga, mendonasikan pangan layak konsumsi, memanfaatkan sisa pangan untuk pakan ternak, mendaur ulang untuk kebutuhan industri, pengolahan menjadi kompos, serta pengolahan menjadi teknologi pengelolaan akhir atau TPA.

“Gerakan ini juga menyasar sektor rumah tangga, UMKM, hingga pelaku usaha besar. Intinya, setiap sisa pangan yang bisa dimanfaatkan, harus dioptimalkan, bukan dibuang,” tambah Andi Ilham.

Ia juga menyebut, kampanye ini sejalan dengan visi nasional untuk membentuk kedaulatan pangan berbasis kemandirian masyarakat. Dengan slogan #YukSelamatkanPangan #PanganKuatIndonesiaBerdaulat, masyarakat didorong menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Andi menjelaskan bahwa program ini akan diperkuat dengan edukasi langsung ke masyarakat melalui penyuluhan, kolaborasi dengan komunitas lokal, dan pelibatan sekolah-sekolah untuk menanamkan kesadaran sejak dini.

Langkah ini menjadi penting di tengah tingginya angka food waste di Indonesia yang mencapai jutaan ton setiap tahunnya. Dengan gerakan ini, Diskepang Kutim berharap bisa menekan angka tersebut sekaligus mendukung agenda keberlanjutan pangan nasional. (ADV).

Share: