Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

BreakingNews; Tragedi di Balabalakang, Bocah Hilang Usai Ditidurkan di Ayunan, Pencarian Dihadang Birokrasi dan Prasarana

Mamuju, Katinting.com – Hingga Kamis (23/10), nasib Al Fathir (2) masih gelap. Bocah warga Pulau Balabalakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat itu telah hilang selama lima hari. Pencarian yang dilakukan secara mandiri oleh keluarga dan warga setempat belum membuahkan hasil, sementara bantuan resmi dari aparat terkunci oleh kendala infrastruktur.

Kronologi hilangnya Al Fathir, seperti dijelaskan kerabatnya, Nur Hikmah, melalui media sosial, berawal dari sore yang semestinya biasa saja. Al Fathir bermain di pinggir pantai bersama dua kakak sepupunya. Menjelang maghrib, kedua kakaknya memutuskan pulang. Melihat Al Fathir mengantuk, mereka pun tidak memaksanya untuk ikut. Sebagai gantinya, mereka membujuk adik sepupu mereka itu untuk tidur di ayunan hammock yang terpasang tak jauh dari lokasi.

Ibu Al Fathir saat itu sedang membereskan kopra yang dijemur, masih dalam jarak yang dianggap dekat. Dengan perasaan iba, kedua kakak sepupu itu pun meninggalkan Al Fathir yang telah tertidur lelap di hammock.

Tragedi mulai terkuak ketika sang ibu, usai membereskan kopra dan hari mulai gelap, mencari Al Fathir untuk dimandikan. Saat diperiksa, ayunan hammock itu sudah kosong. Sejak saat itu, Al Fathir hilang tanpa jejak. Kepanikan langsung menyergap, dan warga bergegas membantu pencarian yang berlangsung hingga malam ini.

Yang menyayat hati, hingga memasuki hari kelima, bantuan dari tim pencari resmi seperti Posko SAR Mamuju, BPBD Sulbar, dan BPBD Mamuju belum juga tiba di lokasi.

Konfirmasi kepada BPBD Sulbar pada Rabu (22/10) tidak mendapat respons. Sementara itu, Kepala BPBD Mamuju, Muh. Taslim Sukirno, mengakui pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut. Kendala utama yang disebutkannya adalah ketiadaan sarana transportasi laut yang layak untuk menuju Pulau Balabalakang.

“Kami baru tahu. Namun kendalanya, kami saat ini tak punya sarana kapal maupun speed boat yang layak ke sana,” ujar Taslim. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengonfirmasi ke Pos SAR Mamuju, namun armada SAR setempat juga sedang dalam masa perawatan.

Fakta ini menyisakan tanya besar dan kritik tentang kesiapan dan responsivitas sistem tanggap darurat di wilayah kepulauan. Nasib seorang bocah tergantung pada solidaritas warga, sementara negara belum hadir memberikan pertolongan. Pencarian Al Fathir masih berlanjut, di tengah kepedihan keluarga dan keterbatasan yang ada. (Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat