Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Lupakan Lari, Riset Terbaru Sebut Jalan Cepat Lebih Efektif untuk Jaga Kesehatan Tubuh dan Diet serta Melindungi Jantung

Model pejalan cepat. (dok pribadi)

Mamuju, Katinting.com – Berlari kecil (jogging) sering dianggap sebagai olahraga andalan untuk menjaga kebugaran. Namun, temuan sejumlah riset ilmiah terbaru justru menyimpulkan bahwa berjalan dengan ritme cepat jauh lebih efektif sebagai terapi kesehatan, terutama untuk mereka yang berusia di atas 30 tahun.

Berdasarkan penelitian, berjalan cepat dengan durasi 30 hingga 60 menit, atau dengan kecepatan sekitar 9-10 menit per kilometer, menghasilkan efek kesehatan dua kali lipat lebih baik dibandingkan jogging selama 15 menit. Tak hanya untuk menjaga stamina, berjalan cepat juga disebut sebagai metode diet paling efektif, sebab mampu membakar kalori hingga 70 persen dengan hitungan Basal Metabolic Rate (BMR).

Para ahli menyatakan, kelompok berusia di atas 30 tahun (perempuan) dan 35 tahun (laki-laki) sebaiknya beralih dari lari kecil ke jalan cepat untuk mendapatkan manfaat jangka panjang. Aktivitas ini terbukti mampu menurunkan risiko stroke, penyakit jantung, gula darah, anemia, serta membakar kalori secara optimal.

“Yang lebih menakjubkan, jalan cepat juga menghindarkan manusia dari demensia dan Alzheimer. Melakukannya minimal 30 menit, tiga kali seminggu, juga memperkuat sendi dan tulang,” jelas Dr. Evan Brittain dari Amerika Serikat.

Brittain juga menemukan fakta bahwa olahraga ini dapat memberikan harapan usia panjang bagi pelakunya. “Ini karena stabilitas stamina tubuh mereka lebih terjaga,” tandasnya.

Pendapat senada disampaikan Dr. Wei Zheng dari Amerika Serikat. Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine menyebutkan, jalan cepat minimal 30 menit setiap hari dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 20 persen.

“Studi kami melibatkan 85.000 partisipan. Ini menegaskan manfaat berjalan kaki untuk umur panjang dan peningkatan kesehatan secara signifikan,” pesan Wei.

Inovasi dalam olahraga jalan kaki juga datang dari Jepang. Dr. Hiroshi Nose dan tim mengembangkan metode latihan interval berjalan yang disebut “Interval Walking Training” (IWT) atau “Japanese Walking”.

Metode IWT terbukti secara signifikan meningkatkan kebugaran fisik, kekuatan otot, dan menurunkan tekanan darah, khususnya pada lansia. “Latihan ini lebih aman dibandingkan high-intensity training dan sangat efektif untuk kesehatan kardiometabolik,” tulis Hiroshi.

Ahli lain dari Jepang, Dr. Shizue Masuki, profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Shinshu, mengonfirmasi keunggulan IWT dalam menurunkan tekanan darah dan gula darah, serta meningkatkan kapasitas aerobik.

“Metodenya sederhana: bergantian antara jalan cepat selama tiga menit dan jalan lambat selama tiga menit. Lakukan ini selama 30 menit per hari, minimal tiga hari dalam seminggu,” jelas Shizue.

Dengan segudang bukti ilmiah dari para pakar global ini, tidak ada alasan lagi untuk menunda menjaga kesehatan dengan cara yang lebih sederhana, aman, dan terbukti lebih efektif ini. (Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat