Polman, Katinting.com – Hari masih pagi, waktupun belum beranjak menapak rute kesibukan warga, saat Passandeq sudah berdiri gagah, merapal doa, satu persatu berada di posisinya, diatas perahu bercadik, digelar perahu layar tercepat yang ada di dunia pelayaran.
Satu tarikan pelatuk pistol, dari Gubernur Sulbar Suhardi Duka, menyemburkan letupan, tanda bagi puluhan perahu Sandeq yang berlaga di even Sandeq Silumba, harus meninggalkan tepi pantai Bahari, Polewali Mandar. menjejal etafe pertama dari lima etafe yang disiapkan panitia kegiatan.
Etafe pertama ini, menjejal perairan Pantai Bahari Polman, finis di Pantai Pamboang, Majene. Angin pagi ini, di perairan Bumi Tipalayo, memberi isyarat baik bagi para Passandeq, sehingga satu persatu perahu layar, mulai melejit sejak meninggalkan garis Pantai Bahari.
Sementara di atas podium kehormatan dan diisi pembesar dari Pemprov Sulbar, mulai Gubernur Sulbar Suhardi Duka, Wakil Gubernur Sulbar Salim S Mengga, unsur pimpinan OPD Sulbar, Bupati Polman, dan sejumlah pejabat teras Sulbar dan Kabupaten.
Tak kala ramainya di sepanjang bentang Pantai Bahari, warga yang hadir menyaksikan pelepasan Sandeq Silumba, berjejal berdesakan, memadati Pantai Bahari. Riuh penonton tak terhindarkan, membuat suasana pagi di Pantai Bahari, cukup padat dan ramai dari hari sebelumnya.
“Ini sudah gelaran Sandeq yang ketiga kalinya, saya saksikan lansung, tapi ini lebih meriah dari dua sebelumnya, yang saya ikut saksikan lansung pelepasannya,” ungkap Musa, salah seorang warga Polman, Kamis (21/08).
Ia pun memberikan apresiasi, bahwa penyelenggaraan even tahunan bagi para pelaut Mandar, kali ini jauh lebih tertata dengan baik,
“Mulai opening ceremonial malam tadi, cukup luar biasa, tak ada keluhan kami dengar dari Passandeq yang selalu menjadi pemicu riak, saya bersyukur, kegiatan kali ini luar biasa” bebernya.
Sementara itu, salah seorang keluar peserta Sandeq Silumba, mengatakan cukup Bahagia dengan kegiatan kali ini, dan berharap perahu yang dilayari keluarganya, yang juara di etafe pertama.
“Cukup baiklah, dan saya berharap, semoga perahu yang dilayari Om saya yang jawara hari ini” pungkas Musa. (Fhatur Anjasmara)






