Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Hotel Bintang Lima di Tengah Kota, Bontang Siap Sambut Investasi Besar untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni

Katinting.com, Bontang – Kota Bontang bersiap mengambil langkah besar dalam upaya meningkatkan fasilitas dan daya tarik kotanya. Wacana pembangunan hotel bintang lima yang sebelumnya hanya berupa wacana kini mulai menunjukkan arah konkret. Lokasi yang disiapkan pun bukan sembarangan.

Kawasan yang direkomendasikan merupakan bekas rumah jabatan (rujab) Wali Kota di Jalan Awang Long, Bontang Utara.

Hal ini dinilai sebagai strategi cerdas untuk menjawab kebutuhan kota yang selama ini kekurangan fasilitas penginapan berkelas. Terlebih saat Bontang menjadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional hingga internasional, keterbatasan akomodasi kerap menjadi tantangan tersendiri.

Salah satu investor yang telah menyatakan minatnya adalah PT Inkorincorp Filcocean Investama. Perusahaan ini bahkan sudah melakukan pemaparan rencana pembangunan di hadapan Pemkot Bontang pada Selasa (22/7/2025) lalu. Nilai investasi yang ditawarkan pun cukup menjanjikan, yakni mencapai Rp75 miliar.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai keberadaan hotel mewah di Bontang bukan hanya soal citra kota, tapi juga potensi pertumbuhan ekonomi yang luas.

“Kami sambut baik rencana ini. Bontang memang membutuhkan fasilitas hotel yang memadai. Kehadiran hotel bintang lima akan membuka peluang kerja, menggerakkan sektor jasa, dan mengangkat daya saing kota,” kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu (26/7/2025).

Pemerintah sendiri menyiapkan lahan seluas 9 hektare untuk mendukung rencana tersebut. Namun, sebelum proses berjalan lebih jauh, Neni menegaskan bahwa kajian menyeluruh akan dilakukan. Termasuk dari sisi ekonomi, sosial, hingga tata ruang.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperhatikan aspek lingkungan. Rencana pembangunan hotel tetap akan mengakomodasi keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sekitarnya.

“Pembangunan harus tetap ramah lingkungan. Konsepnya tidak sekadar membangun hotel mewah, tapi bagaimana membuatnya menjadi bagian dari ekosistem kota,” tegasnya.

Ia pun mengungkapkan, selama ini tamu-tamu penting dari luar daerah kerap kesulitan mencari penginapan yang representatif saat berkunjung ke Bontang. Kondisi ini membuat Pemkot merasa perlu berbenah.

“Kalau ada acara besar, kita sering kewalahan menyambut tamu. Hotel-hotel yang ada masih tergolong kelas melati. Padahal Bontang sudah jadi pusat industri dan aktivitas nasional,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia bilang, dengan masuknya investor dan komitmen pemerintah membuka ruang bagi kerja sama, Bontang tengah membuka lembaran baru, menjadi kota industri yang tak hanya sibuk memproduksi, tapi juga siap menyambut dunia. (Re)

Share: