Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (DKUMPP) menggelar pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih (KMP) se-Kota Bontang. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Awang Long, Kamis (24/7/2025).
Pelatihan ini akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 24–25 Juli 2025. Hari pertama digelar di Pendopo Wali Kota, sementara hari kedua bertempat di Auditorium Bontang. Peserta berjumlah 90 orang, terdiri dari 75 pengurus dan 15 pengawas koperasi dari seluruh kelurahan.
Agus Haris bilang, koperasi merupakan pilar utama dalam membangun ekonomi kerakyatan.
“Sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945, perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Maka koperasi memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, komitmen pemerintah terhadap penguatan koperasi semakin nyata. Salah satunya melalui arahan Presiden Prabowo Subianto pada Retreat Kepala Daerah di Magelang, Februari 2025 lalu, yang menekankan pentingnya pembentukan koperasi desa sebagai strategi ketahanan pangan nasional.
Program tersebut diperkuat dalam Rapat Terbatas di Istana Negara pada 3 Maret 2025, yang meluncurkan gerakan 80.000 Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan, termasuk Bontang.
“Pelatihan ini adalah bentuk tindak lanjut atas Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan dan pengembangan koperasi desa/kelurahan. Setelah pelatihan, akan dilanjutkan dengan proses pengesahan badan hukum dan pengukuhan pengurus serta pengawas koperasi,” terang dia.
Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi koperasi, serta perwakilan dari Bank Kaltimtara Cabang Bontang. Materi yang disampaikan mencakup skema pembiayaan koperasi, prospek bisnis KMP, penyusunan rencana usaha, manajemen keuangan dan administrasi koperasi, sistem pengawasan internal, pelaporan, serta digitalisasi layanan koperasi.
Kabid Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muhammad Takwin, menyebut pelatihan ini menjadi bentuk sinergi konkret antara pemerintah dan lembaga keuangan daerah, dalam hal ini Bankaltimtara.
“Kolaborasi ini bertujuan memperkuat koperasi agar mampu tumbuh sebagai badan usaha yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menutup sambutannya dengan harapan besar agar koperasi Merah Putih benar-benar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Mari jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk membangun koperasi yang berdaya saing, berbasis gotong royong, dan menjadi motor penggerak ekonomi di setiap kelurahan,” pungkasnya. (Re)






