Dalam uraian sejarah singkat kata Muharram juga berarti terlarang. Konon dimasyarakat arab pra Islam waktu itu, menjadikan Muharram sebagai sesuatu yang istimewah dan mulyiah.
Bulan Muharram, menjadi penanda fase awal kebangkitan ummat Nabi Muhammad SAW. Dalam lintasan sejarah, mengapa demikian?
Dalam perspektif penulis Muharram sebagai penanda waktu dimana dalam kalender Hijriah (Tahun Baru Islam) dijadikan sebagai awal bulan untuk memulai gerak sejarah yang agung dan mulyiah dimasanya. Peristiwa ini di indentikkan dengan kisah “Hijrahnya” Rasulullah dari Makkah ke Madinah . Dari Masyarakat Kafir Quraisy ke Masyarakat Madani/Madinah.
Di fase Madinah inilah melahirkan peradaban Islam paling moderen dan monumental di dunia, itu ditandai dengan lahirnya Piagam Madinah oleh Rasulullah Muhammad SAW dengan Penduduk Madinah dari seluruh Agama-agama yang ada (Islam,Yahudi,Nasrani).
Kehidupan Toleransi diajarkan langsung oleh Baginda Nabi Allah Muhammad SAW, untuk saling hidup dalam damai dan saling bekerja sama satu dengan lain, hidup tanpa ada diskriminatif , jauh dari kekerasan badan.
Dari sini penulis juga meyakini mungkin asal lahirnya 5 nilai dasar atau jaminan dasar bagi setiap manusia menurut hukum dalam Islam
Keselamatan Badaniah, Keselamatan Nyawa, Keselamatan Iman, Keselamatan Harta Benda dan Keturunan. Wallahu a’lam bissawwab.
Kita perlu menyadari bahwa betapa keistimewahan dalam bulan Muharram itu bagi kita yang menyelami dalam narasi sejarah perjalanan ummat-ummat terdahulu. Termasuk bagi keluarga Baginda Nabi Muhammad SAW, dimana Cucu Kesayangan Beliau Imam Husaen Merupakan anak Dari St Fatimah dan Syaidina Ali Karamallahu wajallah nyawana terenggut dibulan Muharram pada 10 Muharram di Padang Karbala dengan cara tragis Karena dibunuh oleh kelompok kelompok yang tak inginkan keluarga nabi hidup.
Konklusinya, mari kita jadikan Bulan Muharram 1447 Hijriah ini , sebagai momentum mengintrifeksi diri dan Berhijrah kejalan yang lebih baik dimasa akan datang.
Penyeberangan kapal Feri piwa-Tobaku 1 Muharram 1447 H/27 Juni 2025 M.
Wallahu A’lam Bissawwab
*Penulis: Santa, S.Ip






