Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

BPBD Kota Bontang Khawatir Dampak Perubahan Iklim, Pesisir Terancam Tenggelam

BPBD Kota Bontang Khawatir Dampak Perubahan Iklim, Pesisir Terancam Tenggelam

Katinting.com, Bontang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang menyampaikan kekhawatiran serius terhadap dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang kini mulai dirasakan secara nyata di wilayah pesisir kota.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman, mengungkapkan bahwa fenomena banjir rob semakin parah dan mulai merendam kawasan pesisir lebih sering dari sebelumnya.

“Kalau bicara soal perubahan iklim, dampaknya sudah jelas terlihat. Banjir rob yang dulu diperkirakan akan menjadi masalah besar di tahun 2045, sekarang sudah mulai kita rasakan,” ujarnya, Senin (19/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa posisi geografis Bontang yang hanya memiliki sekitar 30 persen wilayah daratan dan sisanya adalah laut, menjadikan kota ini sangat rentan terhadap naiknya permukaan air laut.

Hal ini diakibatkan karena pencairan es di Kutub Barat akibat aktivitas global, seperti emisi gas rumah kaca dari pabrik-pabrik besar dan penimbunan laut.

“Walaupun Bontang kota kecil, kita tetap terdampak, pada cuaca dan banjir rob di wilayah kita,” jelasnya.

Usman mengingatkan bahwa jika tidak segera dipikirkan solusi jangka panjang melalui kebijakan strategis, seperti yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), maka seluruh wilayah pesisir Bontang bisa terancam tenggelam di masa depan.

“Kita perlu bertindak dari sekarang, karena realita yang sudah terjadi di depan mata,” pungkasnya.

Share: