Mamuju, Katinting.com – KPU Sulawesi Barat menggelar dialog yang mendalam mengenai karakter ideal pemimpin daerah di Ngalo Rock Caffee, Mamuju, Rabu, (17/8) malam.
Acara ini dihadiri oleh tokoh agama, akademisi, dan dosen politik terkemuka sebagai narasumber utama.
Dialog yang dipandu oleh Sekretaris FKUB Sulbar, Nur Salim Ismail, mengangkat berbagai aspek penting dalam menilai seorang pemimpin yang ideal.
Menurut Sayyid Ahmad Fadlu Al Mahdaly, tokoh agama yang hadir, pemimpin ideal haruslah sosok yang memperjuangkan keadilan sosial dan cinta kepada rakyatnya.
Sahril, rektor Universitas Tomakaka, menegaskan bahwa landasan pemikiran ideal menjadi kunci dalam memilih pemimpin yang tepat. Ia juga menyoroti pentingnya kritik dan evaluasi konstruktif dalam proses ini.
Dari sudut pandang politik, Muhammad, dosen Politik Unsulbar, menekankan bahwa Pilkada bukan hanya sekadar hari pencoblosan, melainkan sebuah proses panjang yang harus diawasi dengan ketat oleh masyarakat dan lembaga terkait seperti Bawaslu.
Ketua KPU Sulbar, Said Usman Umar, menyatakan bahwa tujuan dari dialog ini adalah untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Dengan memahami karakter ideal pemimpin dan proses demokrasi yang bersih, diharapkan Sulbar dapat memilih pemimpin yang mampu memberikan perubahan positif bagi daerah.
Dialog ini memberikan wawasan mendalam bagi masyarakat Sulbar tentang pentingnya memilih pemimpin yang tidak hanya berkompeten tetapi juga memiliki integritas dan dedikasi untuk kepentingan masyarakat secara luas.
Dengan demikian, KPU Sulbar berkomitmen untuk terus mendukung proses demokrasi yang transparan dan partisipatif, menjaga integritas setiap tahapan Pilkada demi masa depan yang lebih baik bagi Sulawesi Barat.
(*)






