Mamasa, katinting.com – Ratusan guru di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulbar, akan memulai aksi mogok kerja mulai Selasa, 16 Januari 2024, menuntut pembayaran sertifikasi dan tunjangan guru non-sertifikasi yang tertunggak berbulan-bulan.
Rimawati, perwakilan guru di Kabupaten Mamasa, menyampaikan bahwa keputusan mogok kerja diambil setelah sebelumnya turun ke jalan dan menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah Daerah Mamasa.
Rapat Forum Guru Bersatu (FGD) Kabupaten Mamasa hari ini menyepakati aksi mogok kerja mulai 16 hingga 19 Januari 2024.
Berikut beberapa keputusan rapat:
- Melakukan sosialisasi keputusan kepada komite melalui koordinasi kepala sekolah.
- Kepala sekolah standby disekolah untuk memberikan informasi jika ada wartawan atau orang tua siswa yang datang menanyakan aksi mogok kerja.
- Waktu aksi mogok dari tanggal 16 hingga 19 Januari, dengan siswa masuk kembali pada tanggal 20. Namun, tidak untuk kegiatan belajar mengajar, melainkan untuk mendengarkan informasi apakah hari Senin masih libur atau sudah belajar (sesuai dengan realisasi tuntutan dan hasil evaluasi hari Jumat).
- Penyebaran pamflet ke media sosial.
- Aksi besok akan melibatkan kunjungan ke kantor keuangan dan kantor bupati, dimulai pukul 10.00 Wita. Guru diharapkan membawa spanduk informasi mogok kerja untuk dokumentasi, dan spanduk tersebut juga akan ditempel di pintu gerbang sekolah.
- Forum akan membuat surat resmi ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Mamasa dan menyalinnya ke PJ Bupati Mamasa, Sekda Mamasa, Kepala Keuangan, DPRD, dan Dewan Pendidikan.
- Pembuatan spanduk oleh forum dan sekolah masing-masing.
- Penolakan terhadap tawaran pembayaran sertifikasi secara bertahap, dengan tetap konsisten pada tuntutan.
- Jika ada guru yang diintimidasi, forum akan mendampingi secara hukum maupun aksi.
Jumat, 19 Januari 2024, akan diadakan rapat koordinasi dan evaluasi terkait tuntutan aksi di Marampan pukul 10.00 Wita.
(*/Saldi)






