Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Karang Taruna Mamuju Sambangi Lima Anak Yatim di Sondoang, Kalukku

Mamuju, Katinting.com – Pengurus Karang Taruna Kabupaten (PKTK) Mamuju menyambangi anak yatim piatu di Sondoang Kalukku yang viral di media sosial.

Diketahui sebelumnya, informasi tentang lima orang anak yatim piatu yang kondisinya memprihatinkan itu menjadi perhatian publik Mamuju. Bagaimana tidak, selain yatim mereka juga tinggal di gubuk reyot bersama tantenya di Dusun Saludango, Desa Sondoang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Selain pengurus Karang Taruna Mamuju, juga turut hadir Zulfikar Suhardi sebagai Penasihat Pengurus Karang Taruna Kabupaten (PKTK) Mamuju. Tak hanya itu, juga turut membersamai teman-teman Pengurus Karang Taruna Desa (PKTD) Sondoang untuk menyambangi kediaman anak yatim ini.

Menurut Hairil Amri Keadaan keluarga ini sangat memprihatinkan, Karang Taruna Mamuju akan memastikan keluarga ini menjadi penerima manfaat program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

“Selaku Ketua Karang Taruna Mamuju akan memastikan ibu Hasliati termasuk adik-adik yatim ini untuk terdata di DTKS dan juga menjadi penerima manfaat PKH. Karena semua anggota keluarga di sini sangat layak sebagai penerima manfaat program tersebut,” kata Hairil Amri.

“Giat sosial ini menjadi semacam kewajiban bagi setiap anggota Karang Taruna. Karena ini menjadi nafas tersendiri dalam tubuh karang taruna, sesuai jargonnya ‘kesetiakawanan sosial’. Jadi giat ini juga sebagai contoh untuk semua pengurus dan anggota karang taruna se Mamuju, agar supaya peduli kepada orang-orang di sekitarnya,” sambungnya.

Penasihat Karang Taruna Kabupaten Mamuju Zulfikar Suhardi, menyorot pendidikan kelima anak yatim ini. Menurutnya anak yatim ini harus kembali bersekolah untuk menaikkan taraf kehidupannya di masa depan. Di hadapan ibu Hasliati, saudara kandung mendiang orang tua kelima anak yatim ini, penasihat karang taruna Mamuju itu menyampaikan niatnya untuk memfasilitasi kembali ke sekolah.

“Kami sudah mengajak Putri (salah seorang yatim) untuk kembali bersekolah, saya mau fasilitasi. Karena saya sadari bantuan yang kami bawa kesini hanya bersifat jangka pendek saja. Sudah saya bujuk, biarlah Putri pikir-pikir dulu,” kata Zulfikar.

“Saya siap setiap waktu kalau ibu Hasliati dan kelima anak yatim ini butuh bantuan akan saya bantu. Tak hanya soal pendidikannya saja, juga soal kesehatannya,” tambahnya.

Zulfikar Suhardi berharap kepada Pemkab Mamuju melalui Dinsos Kabupaten Mamuju agar memenuhi hak jaminan Kesehatan keluarga ini, data DTKS dan PKH harus benar-benar mengcover keluarga semacam ini.

“Pesan saya untuk Pemkab Mamuju, melalui OPD terkait agar supaya keluarga seperti ini benar-benar terdata. Jangan nanti viral baru di cover. Ini juga kan demi Mamuju yang lebih layak.” tutupnya

(*)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat