Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Malam ini, Bhuta Kala Dimusnakan Dengan Dibakar di Mamuju Tengah

Prosesi pembakaran Ogoh ogoh Bhuta Kala di Mamuju Tengah. (dok Fhatur Anjasmara)

 

Mamuju Tengah, Katinting.com – Malam ini di Mamuju Tengah, ada puluhan Bhuta Kala di singkirkan dengan cara di bakar, untuk memastikan tidak lagi berada dilingkar kehidupan warga Hindu, sebelum mereka melakukan tapa barata penyepian, yang akan berlangsung dalam suasana hening.

Dan pada Selasa malam ini, hampir semua desa yang di huni mayoritas warga Mamuju Tengah berdarah Bali beragama Hindu, menggelar pesta ogoh ogoh dengan berbagai ragam rupa di simbolkan sebagai kejahatan yang mesti disingkirkan dengan personifikasi bentuk dari Bhuta Kala yang gambarannya seperti raksasa atau sesuatu di sebut berkarakter jahat.

Untuk itu, beberapa cendikiawan Hindu Dharma juga sepakat, kalau pembakaran ogoh ogoh yang di simbolkan Bhuta Kala atau kejahatan, menandakan sebagai gambaran keinsyafan umat Hindu, sebelum melaksanakan penyepian.

Tidak terkecuali di Desa Salupangkang I dan Desa Tangkau, warga tumpah ruah menyaksikan dari dekat penampilan Ogoh ogoh yang di arak keliling kampung di desa tersebut, sebelum akhirnya harus di singkirkan dari bumi, dengan cara di bakar.

Bahkan kegiatan pembakaran dan arak arakan ogoh ogoh personifikasi dari Bhuta Kala, tidak hanya di saksikan oleh warga dari Desa Salupangkang I dan Desa Tangkau, tapi juga menjadi tontonan menarik yang selalu dinantikan oleh warga dari desa sekitar yang bukan warga Mamuju Tengah berdarah Bali.

“Kami selalu menantikan pertunjukan ini, setiap Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu tiba, karena ini menarik bagi kami, karenanya, kami jauh jauh dari Topoyo ke sini” ungkap Linda salah seorang warga Topoyo.

Demikian juga dengan warga lainnya, Arif, kepada laman ini menuturkan bahwa setiap tahun diriny ke Salupangkang I maupun ke Tangkau, hanya ingin menyaksikan pembakaran ogoh ogoh ini.

“Ada keseruan dan nilai sakratisme yang terasa menyaksikan pagelaran ogoh ogoh hingga di musnahkan” tutur Arif.

Katanya, sempat tidak menyaksikan kegiatan ini, selama dua tahun, karena Pandemi Covid-19, karenanya, saat Ia mengetahui bahwa malam ini, akan ada kegiatan arak arakan dan pembakaran ogoh ogoh, maka ia menyiapkan waktu khusus untuk ke Tangkau.

“Sempat dua tahun, saya tidak menyaksikan ini, karena alasan Pandemi Covid-19, dan malam ini, saya bisa menyaksikan lagi” kata Arif. (Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat