
Mateng, Katinting.com – Saat ini semua penumpang dari KM Entebe Express dinyatakan selamat, setelah di evakuasi oleh tim SAR Gabungan, terdiri dari TRC BPBD Mamuju Tengah dan SAR Mamuju pada Minggu (28/11) sore tadi.
Kronologi karamnya, KM Entebe Ekspress yang di terima laman ini, bahwa pada pukul 09.00 Wita KM. Entebe Ekpress berangkat dari pelabuhan Belang belang Mamuju, dengan penumpang di atasnya sebanyak 81 orang, ditambah 18 orang ABK, menuju pelabuhan Babana, Budong budong, Mamuju Tengah.
Namun saat setelah lego jangkar di Pelabuhan Babana, Budong budong, dan menaikan tambahan penumpang sebanyak 45 orang, sehingga jumlah orang diatas KM Entebe Ekspress adalah 144 dengan rincian 126 penumpang dan 18 ABK, berangkat meninggalkan pelabuhan Babana, Budong budong, pada pukul 13.50.
Akan tetapi sebelum jauh selepas upaya lego jangkar di Pelabuhan Babana, Budong budong, tiba tiba kapal angkutan perintis melayani rute Sulbar – Sulteng dan Kaltim ini, diterpa cuaca buruk, sehingga kapal yang di nakhodai kapten, salah seorang perempuan yakni Kezia Julia Monica, mengalami karam di sekitar tanjung Kamansi, Desa Lumu.
Sekertaris BPBD Mamuju Tengah, Bahtiar kepada laman ini, menyampaikan bahwa pada pukul 14.40 TRC BPBD Mamuju Tengah mendapatkan kabar bahwa ada kabar karam, yang terombang ambing di atas lautan di sekitar tanjung Kamansi.
“Begitu kami menerima kabar, tim dari kami segera berkoordinasi dengan SAR Mamuju, dan lansung ke TKP, dan begitu perencanaan penyelamatan sudah di rencanakan, tim lansung menerjungkan satu unit kapal cepat dan satu unit perahu karet mendekat ke lokasi karamnya KM Entebe Ekspress” ujar Bahtiar.
Katanya, kapal karam, karena akibat cuaca buruk, yang membuat kapal terombang ambing, karena rencananya akan balik ke pelabuhan Babana, tapi saat lego jangkar tali jangkar terputus, akhirnya kapal terus terombang ambing.
“Jadi terkonfirmasi jika jangkar yang di turunkan sempat terputus hingga membuat Kapal terombang ambing dilautan lepas hingga dibawa arus/ombak sampai ke Pinggir Pantai Menabrak Karang dan kandas di sekitar Perairan Desa Lumu” kata Bahtiar.
Ia menambahkan setelah tim gabungan melakukan evakuasi, saat ini, sebagian penumpang ada di tenda yang di bangun oleh BPBD dan sebagian di rumah kepala desa Lumu, di Lumu.
“Sebagian lagi kembali kerumah keluarganya, yang pasti 126 penumpang, 81 dari Mamuju ditambah 45 dari Mamuju Tengah juga ditambah 18 ABK semua selamat setelah di lakukan evakuasi” pungkas Bahtiar.
(Fhatur Anjasmara)






