
Majene, Katinting.com – Sebagai Negara yang berangkat dengan tradisi maritim yang kuat, ada banyak peristiwa budaya di Indonesia yang berkaitan dengan ritual sekaitan dengan laut dan pesisir, seperti yang ada di Dusun Onang Labuang, Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Dilaksanakan 7 September 2019, ini disebut ‘Mapparondong Lopi’ dalam terjemahan bahasa Indonesia adalah Penurunan Perahu ke laut pertama kali setelah selesai pembuatan kapal dengan harapan membawa hasil yang baik serta keselamatan dalam mengarungi laut. Serta mendapat keberkahan dan kemurahan hati dari Sang Pencipta atas hasil laut yang melimpah yang diterima oleh masyarakat nelayan di Desa Onang Utara.
Ritual baca salama (selamatan) berupa pembacaan doa-doa dilakukan yang dihadiri beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama dan para nelayan dalam acara pesta nelayan, sebagai wujud syukur.
Pada kesempatan ini pula para nelayan yang mempunyai perahu baru dan mesin baru telah menurunkan perahunya ke laut yang dalam sebutan Mapparondong Lopi dalam rangkaian pesta bagi nelayan.
Tradisi ini merupakan tradisi masyarakat nelayan yang perlu dijaga di tengah-tengah kemajuan industri di sektor kemaritiman dan kelautan serta perkembangan teknologi yang begitu sistematis masuk kedalam ruang-ruang sosial masyarakat sehingga kerap kali tradisi-tradisi yang pernah dilakukan oleh para petua kita telah di kesampingkan.
Selain itu Tradisi seperti ini perlu di jaga dan dipertahankan sebagai tanda kedaulatan ekonomi dan budaya ditengah-tengah arus industrialisasi yang berujung pada perampasan ruang hidup masyarakat pesisir melalui kebijakan kebijakan Negara yang berujung pada eksploitasi laut untuk kepentingan modal. Apalagi Sulbar saat ini merupakan salah satu daerah yang menjadi objek pengelolaan tambang di sekitar perairan Sulawesi Barat.

Laporan : Bung Yuti






