
Mamuju, katinting.com – Yayasan Karampuang dan PPTEP Indonesia bekerjasama dengan IMZ Dompet Duafa Corporate University menggelar kegiatan Siola Capacity Building 2020 di salah satu hotel di Mamuju, Senin (24/2).
Siola Capacity Building ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan keterampilan guru atau tenaga pendidik Siola pada pengembangan anak usia dini (PAUD).
Sebanyak 62 guru dan kepala sekolah PAUD yang berasal tiga kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar), Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Majene dan Mamuju.
Public Affairs PTTEP Indonesia, Gayatri Syafrie mengatakan, pelaksanaan pelatihan tersebut bertujuan untuk menguatkan peran guru PAUD HI dalam menghadapi anak-anak di era digital.
“Program ini rutin kami lakukan sejak 2015, selain sesi materi, kami ingin mengadakan sesi teamwork agar tim PAUD HI semakin kompak dan solid dalam membina sekolah masing-masing,” kata Gayatri.
Trainer dan Motivator sekaligus Direktur IMZ SD Corporate University, Fatchuri Rosidin menyampaikan, ada sepuluh faktor yang mempengaruhi kesuksesan seseorang, diantaranya jujur, disiplin, good interpersonal skill, dukungan dari pasangan hidup, bekerja lebih keras dari orang lain, mencintai apa yang dikerjakan, good and strong leadership, semangat dan kepribadian kompetitif, good life management dan ability to sell idea and product.
“Sepuluh faktor tersebut merupakan prioritas utama dalam mendidik anak. Kecerdasan, latar belakang sekolah favorit maupun nilai terbaik bukan prioritas utama,” ujar Fatchuri.
Direktur Yayasan Karampuang, Ija Syahruni menuturkan kagiatan sepert ini telah enam kali dilaksanakan bersama dengan PPTEP Indonesia.
Ija menuturkan fokus kegiatan kali ini, guru-guru Paud diajarkan bagaimana bagaimana di era milenial ini anak usia dini tidak ketergantungan dengan gadget.
“Kegiatan ini lebih fokus kepada bagaimana pembangunan anak-anak generasi milenial yang ketergantungan dengan gadget,” tuturnya.
Selain itu, Ija Syahruni juga berharap kerjasama dengan PPTEP Indonesia dapat berlanjut di tahun-tahun kedepannya.
Ia menilai PPTEP Indonesia sangat mendukung untuk peningkatan kapasitas guru Paud. Itu terlihat dari enam tahun berkomitmen membantu pemerintah dalam meningkatkan kapasitas guru Paud.
“PPTEP, perusahaan nya sudah lama tidak beroperasi di Mamuju. Tapi komitmen untuk program CSR nya itu masih terus jalan sampai sekarang dan kita sangat bersyukur ada rekan CSR yang betul-betul komitmen membantu pemerintah,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Alianita, Guru Paud Alimuddiniyah Polman mengatakan, telah dua kali mengikuti pelatihan tersebut.
“Kegiatan ini sangat positif, karena dapat meningkatkan mutu guru dan anak nantinya,” sebutnya.
Ia berharap kedepan program tersebut tetap dilaksanakan dan lebih ditingkatkan.
Karena menurutnya, hal itu juga sebagai pembelajaran dalam mengasah kemampuan tenaga pendidik nantinya.
“Kedepanya ini tetap menjadi program rutin dan ketika selesai ada evaluasi dari penerapan hasil pelatihan,” tutupnya.
(Zulkifli)






