Mamuju, Katinting.com – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga mengajak seluruh umat Muslim di provinsi itu untuk mengambil hikmah dari keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam perayaan Idul Adha 1446 Hijriah. Pesan ini disampaikan usai melaksanakan shalat Id di Anjungan Manakarra, Mamuju, Jumat (06/06).
Bersama Gubernur Suhardi Duka dan keluarga, Wagub Salim menekankan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan makna pengorbanan dan ketakwaan.
“Semangat pengorbanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim serta Ismail AS harus menjadi teladan kita dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Salim.
Lima Nilai Keteladanan dari Kisah Nabi Ibrahim
Dalam pesannya, Wagub Salim menguraikan lima pelajaran penting dari peristiwa kurban, diantaranya. Keteguhan iman yakni Kemampuan menjaga dan menegakkan keimanan di segala kondisi, Penolakan terhadap kezaliman di sini seseorang dibekali Keberanian melawan godaan kekuasaan yang rakus dan sombong, Pengorbanan ikhlas yakni Kesediaan mengorbankan apa yang dicintai demi ketaatan kepada Allah, Ketegasan dalam kebenaran yakni Penyampaian kebenaran dengan cara cerdas, santun, dan adil dan Integritas dalam pengabdian yakni Pentingnya menjaga kehormatan melalui kerja keras dan keikhlasan
Salim secara khusus menyampaikan pesan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulbar.
“Kehormatan adalah hal paling berharga. Mari jaga integritas, pengabdian, dan keikhlasan dalam bekerja,” tegasnya.
Pemprov Sulbar sendiri telah menyiapkan sejumlah program pendistribusian hewan kurban kepada masyarakat kurang mampu di enam kabupaten. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Idul Adha dalam pembangunan manusia di Sulbar.
“Semoga spirit Idul Adha ini memperkuat persaudaraan dan mempercepat pembangunan Sulbar yang lebih baik,” tutup Salim. (*/Fhatur Anjasmara)






