Mamuju, Katinting.com – Hari ketiga Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan berlangsung di Kecamatan Pangale, wilayah paling selatan Bumi Lalla Tassisara, Kabupaten Mamuju Tengah. Acara ini mengusung tema “Transformasi Ekonomi Melalui Hilirisasi, Sektor Pertanian, serta Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”.
Baca juga; Musrenbang Topoyo, Benih Aspirasi untuk Pembangunan Mamuju Tengah
Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. Askary Anwar, secara resmi membuka Musrenbang tersebut. Hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Litha Febriani, Ketua DPRD Hj. Nirmalasari Aras, camat setempat, serta sejumlah kepala OPD, asisten, dan staf ahli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah. Kehadiran elite daerah ini menegaskan komitmen pemangku kebijakan dalam menyusun rencana pembangunan bawah.
Baca juga; Musrenbang Karossa, Bangun Jalan, Hidupkan Permata Utara Mamuju Tengah
Di tengah tekanan efisiensi anggaran nasional yang semakin ketat, Askary menekankan urgensi program yang lahir dari musyawarah ini harus benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.
“Program yang dihasilkan Musrenbang harus tepat sasaran, bukan sekadar formalitas,” tegas Askary Anwar.
Lebih lanjut, Askary menyoroti pentingnya penyelarasan program berbasis partisipasi masyarakat. “Musrenbang adalah wadah ideal untuk menyinergikan aspirasi rakyat dengan kebijakan daerah, sehingga pembangunan lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya. Pernyataan ini kritis mengingat anggaran terbatas sering kali memaksa pemerintah memilah prioritas, sementara tuntutan transformasi ekonomi melalui hilirisasi dan pertanian kian mendesak di daerah agraris seperti Pangale.
Musrenbang ini mirip dengan pagelaran sebelumnya di Kecamatan Topoyo, menunjukkan konsistensi Pemkab dalam melibatkan tingkat kecamatan untuk menyusun Renstra 2025-2029. Namun, tantangan efisiensi anggaran berpotensi menguji efektivitas rekomendasi yang dihasilkan.
Berikut rangkaian kegiatan dalam gambar Musrenbang Kecamatan Pangale. (ADV)







