Katinting.com, Bontang – Menghadapi transisi menuju musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Eko Mashudi, meski curah hujan di wilayah ini masih terjadi, intensitasnya mulai menurun memasuki Mei 2025. Hal ini berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi cuaca di Bontang menunjukkan curah hujan yang lebih rendah dari biasanya.
“Masih hujan, tapi sudah mulai jarang dibandingkan bulan lalu,” jelas Eko pada Senin (12/5/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih lambat akibat pengaruh perubahan iklim global, termasuk fenomena El Niño dan La Niña. Namun, durasi musim kering yang lebih pendek tidak serta merta mengurangi risiko karhutla.
“Puncak kemarau kemungkinan baru akan terjadi pada Agustus, tapi itu tidak berarti aman. Tahun lalu, kita alami kebakaran di beberapa titik hanya dalam sehari karena suhu tinggi dan minim hujan,” katanya.
Selain faktor cuaca, Eko menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuka lahan. Kebiasaan membakar sebagai cara pembersihan lahan masih terjadi, padahal tindakan tersebut melanggar hukum dan bisa berdampak fatal terhadap lingkungan.
“Pembukaan lahan dengan cara dibakar jelas dilarang. Ada ancaman pidana berat untuk pelakunya. Tapi fokus kami lebih pada pencegahan dan edukasi,” tambahnya.
BPBD Bontang kini rutin melakukan patroli mingguan dan kegiatan sosialisasi ke masyarakat untuk mengurangi potensi karhutla sejak dini. Edukasi bahaya pembakaran sampah dan lahan menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi bencana tersebut.






