Majene, Katinting.com – Rencana penggusuran pedagang kali lima (PKL) di sekitar pasar oleh-oleh Lembang mendapat respon penolakan dari sejumlah pedagang dan aktivis mahasiswa dengan membangun Posko Siaga Penggusuran.
Rencana penertiban tersebut disampaikan melalui surat yang dikeluarkan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majene, Kamis, 31 Agustus 2023.
Dalam bunyi surat yang ditandatangani Kadis Koperasi UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan H. Busri, S.E., M.Si disebutkan, “Untuk para pedagang kaki lima (PKL) yang berada disepanjang jalan depan pasar oleh-oleh Lembang, yang menyebabkan area tersebut menjadi terlihat tidak rapi dan kumuh”.
Menyikapi rencana penertiban, mahasiswa bersama dengan PKL membangun posko siaga penggusuran. Hal tersebut disampaikan perwakilan mahasiswa dari Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM), Ryan.
“Mahasiswa bersama PKL menolak rencana penertiban yang akan dilakukan oleh Pemda secara kasar, tanpa mempertimbangkan kondisi perekonomian PKL,” tegas Ryan, saat ditemui reporter katinting.com, Minggu, 3 September 2023.
Ia menjelaskan bahwa PKL adalah salah satu subjek utama dalam perputaran uang sektor rill Kabupaten Majene. Oleh sebab itu sebelum melakukan proses penertiban Pemda seharusnya melibatkan PKL.
Sehingga PKL tidak merasa dirugikan dan tata kelola kota Majene juga dapat berjalan.
“Kami meminta Pemda agar dialog terlebih dahulu dengan PKL,” tambah Ryan.
(Exlysia Yuda Pranata)






