Mamuju – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memasuki usia ke-21, Senin (22/09). Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), menggambarkan usia ini sebagai fase kedewasaan, ibarat pemuda gagah yang telah siap menghadapi tantangan dengan badik senjata tradisional khas terselip di pinggang.
“Arti 21 tahun adalah usia yang mulai dewasa. Badik kita pasang sebagai simbol kejantanan dan kemantapan laki-laki Sulbar,” ujar Suhardi dalam peringatan sederhana di Lapangan Upacara Pemprov Sulbar.
Baca juga; Dinkes Sulbar Perkuat Komitmen Wujudkan Eliminasi Kusta 2030
Perayaan kali ini sengaja dikemas sederhana, menyesuaikan dengan imbauan Menteri Dalam Negeri. Meski sederhana, Suhardi menegaskan momen ini justru penuh makna dan hikmah.
Acara tersebut turut dihadiri para tokoh perintis pembentukan provinsi. Kehadiran mereka, menurut Gubernur, merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan mereka mewujudkan Sulbar.
Momentum 21 tahun ini, lanjutnya, tidak hanya menjadi ruang refleksi dan evaluasi perjalanan daerah, tetapi juga komitmen untuk melanjutkan capaian para pendahulu. “Saya menyampaikan terima kasih karena mereka telah berkarya dan menorehkan tinta emas masing-masing,” tuturnya.
Suhardi Duka menyadari tantangan ke depan masih besar. Pekerjaan rumah pemerintahannya sekarang adalah menyempurnakan hal-hal yang belum tuntas, dengan orientasi utama menciptakan pemerataan dan kesejahteraan agar kesenjangan sosial-ekonomi semakin menyempit.
“Target pembangunan kita jelas: pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, dan mempersempit kesenjangan. Itulah harapan kita semua. Kita syukuri ulang tahun ke-21 ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya,” pungkas Gubernur.
Kini, di usia yang dianggap dewasa, Sulbar ditantang untuk membuktikan bahwa simbol ‘badik’ bukan sekadar retorika, melainkan komitmen nyata menuju kemajuan dan kesejahteraan yang inklusif bagi seluruh warganya. (*/Fhatur Anjasmara)






