Mamuju, Katinting.com – Pemprov Sulbar menggelar Lokakarya Evaluasi dan Persiapan Implementasi Penanganan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem (Pasti Padu) pada 16-17 Juni 2025 di Aula Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan setempat, drg. Asran Masdy, yang bertindak selaku pelapor panitia.
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), menegaskan bahwa penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi fokus utama pemerintah daerah.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mengatasi kedua masalah ini, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat dan pembangunan daerah,” tegasnya dalam pembukaan acara.
Lokakarya ini bertujuan meninjau capaian program sebelumnya sekaligus menyusun strategi implementasi yang lebih efektif. Dalam laporannya, drg. Asran Masdy menyatakan, “Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem melalui koordinasi terpadu.”
Acara dihadiri oleh perwakilan instansi pemerintah, akademisi, dan praktisi yang berdiskusi tentang inovasi penanganan stunting serta pendekatan pengentasan kemiskinan.
Beberapa poin kunci yang dibahas meliputi, Evaluasi program intervensi gizi spesifik dan sensitif, Penguatan sistem pendataan terpadu, dan Optimalisasi peran stakeholder dalam pendampingan masyarakat
Diharapkan, lokakarya ini dapat mempercepat pencapaian target penurunan prevalensi stunting di bawah 14% dan pengurangan kemiskinan ekstrem sesuai agenda pembangunan berkelanjutan. “Sinergi multipihak menjadi kunci keberhasilan program ini,” pungkas drg. Asran.
Dengan strategi terpadu ini, Sulbar menargetkan percepatan penurunan angka stunting hingga 3% per tahun dan peningkatan kesejahteraan masyarakat rentan. (Adve)






