Logo Astra Agro Lestari (sumber website astra agro lestari)
banner 728x90

Pasangkayu, Katinting.com – Anggota Komisi II DPRD Pasangkayu, Herman Yunus meminta dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat untuk melakukan mediasi antara buruh dengan PT Mamuang.

Musababnya, beredar isu bahwa akan dilakukan pemutasian sejumlah karyawan di lingkup anak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. AAL (Astra Agro Lestari Tbk) itu.

Herman Yunus menjelaskan, jika itu dipaksakan, maka dikhawatirkan terjadi polemik yang dapat menimbulkan kerumanan. Selain itu, bisa menyebabkan imun tubuh para karyawan menurun.

“Ini bukan tanpa sebab. Beberapa hari ini, para buruh di perusahaan itu dirisaukan soal isu mutasi. Kuat dugaan, itu tidak sesuai undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku,” jelas Herman, Selasa, 27 Juli 2021.

Dalam kondisi seperti ini lanjut Herman, hal itu dapat menjadi buah fikiran para buruh dam juga keluarganya. Semestinya perusahaan dapat membantu pemerintah dalam pencegahan corona di daerah ini dengan cara tidak melakukan pemutasian.

Ia juga berharap kepada  kepada perusahaan tidak memaksakan kehedak. Lebih lagi, jika persoalan tersebut berlanjut hingga terjadi PHK massal.

Dimonfirmasi terpisah via ponsel, Rabu, 28 Juli 2021, HRGA PT Mamuang, Hanif membenarkan terkait isu pemutasian yang sudah beredar tersebut.

Kalau (rencana) untuk mutasi memang ada. Ini sementara proses. Namun, tetap dalam lingkungan Astra Grup di wilayah Pasangkayu,” beber Hanif.

SK mutasi karyawan, tambah Hanif, sudah keluar. Diperkirakan dalam waktu dekat ini akan dilakukan pemutasian. Tapi, tidak disebutkan jumlah karyawan yang kena mutasi.

Arham Bustaman

Bagikan
Deskripsi gambar...

52 KOMENTAR

  1. Yang intinya jika tidak sesuai dengan aturan dan perundang-undangan ketenaga kerjaan, saya selaku anggota FSPMI dan juga termaksud kariyawan di PT. Mamuang tidak setuju dengan adanya keputusan pemutasian dari pihak perusahaan.
    Dan jika pemutasian itu tetap di lanjutkan oleh pihak perusahaan, kami mohon dengan sangat harus lakukan mediasi antara kami(karyawan) dengan perusahaan. Karena selama ini permohonan mediasi kami kemereka(Perusahaan) selalu mereka tunda bahkan mereka gagalkan.
    Dan tanpa melalui mediasi mereka sudah memutuskan secara sepihak perpindahan karyawan tanpa ada keputusan dari buru maupun organisasi yang ada.
    Hidup buruh
    Hidup buruh
    Hidup buruh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here