Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sinergi Data BPS-Bapperida: Fondasi Sulbar Sejahtera Hingga 2030

Mamuju, Katinting.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD RI) perwakilan Sulawesi Barat, Jupri Mahmud, SE, menyambangi Kantor DPD RI di Mamuju untuk audiensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Barat.

BACA JUGA: Gubernur Sulbar Jebak Karakter Calon JPT, “Ada yang Inkonsisten”

Kunjungan kerja Komite IV DPD RI ini, Selasa (16/12), bukan sekadar seremoni, ia menjadi panggung tajam mengupas kondisi ekonomi-sosial Sulbar, memperkuat pengawasan legislatif nasional bersama Bapperida Sulbar.

Pertemuan itu dihadiri langsung Plt Kepala Bapperida Muh. Darwis Damir beserta tim inti, Faried Fadal (Perencana Ahli Muda), Faried Bainta, M. Junaid, dan I Ketut Wibawa. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar turut hadir sebagai mitra data strategis, menyajikan indikator makro yang menjadi cermin pembangunan daerah.

Jupri Mahmud tegas membuka arahannya, data akurat adalah pondasi kebijakan. “Perencanaan pembangunan yang baik harus berbasis data valid. Dengan data kuat, pemerintah daerah bisa susun kebijakan tepat sasaran, benar-benar jawab kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Ia mendesak sinergi rapat antara pemda, BPS, dan stakeholder sebuah seruan kritis di tengah data sering jadi korban manipulasi atau ketinggalan zaman.

BPS merespons dengan paparan detil, inflasi Sulbar terkendali di rentang ideal, mendukung pertumbuhan ekonomi; Sulbar bahkan masuk tim pengendali inflasi terbaik di Sulawesi. Ketenagakerjaan dan kondisi sosial-ekonomi stabil, meski bayang kemiskinan masih mengintai. Sorotan ke depan: Sensus Ekonomi ke-5 tahun 2026, yang dijanjikan ungkap struktur ekonomi lebih dalam, identifikasi sektor unggulan untuk digali potensinya.

Namun, Muh. Darwis Damir tak berkompromi soal tantangan. Ia bongkar luka terbuka: pertumbuhan ekonomi belum inklusif, tingkat kemiskinan tinggi, dan kualitas SDM di bawah rata-rata nasional. Semua kebijakan Bapperida kaitkan pada visi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wagub Salim S. Mengga, “Sulbar Maju dan Sejahtera”.

“Kami dorong perencanaan berbasis data dan evidensi. Ini fondasi agar program efektif, terukur, tepat sasaran,” ujar Darwis Damir.

Arah 2030 ambisius: pertumbuhan 8%, kemiskinan turun ke 5,8%, rasio gini 0,286. Strategi tegas meliputi:

  • Tingkatkan produktivitas pertanian.

  • Kuatkan investasi dan produk unggulan.

  • Bangun tata kelola bersih-akuntabel.

  • Perkuat ketahanan bencana.

“Dengan data BPS dan kolaborasi lintas sektor, target Sulbar bisa capai secara bertahap, berkelanjutan,” optimis Darwis Damir. Kunjungan ini harap jadi perekat sinergi DPD RI-pemda, wujudkan pembangunan data-driven yang adil, lahirkan kesejahteraan rakyat bukan janji kosong. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat