Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

RSUD Sulbar Tingkatkan Respons Gawat Darurat: 15 Perawat Ikuti Sertifikasi Pelatihan BTCLS

Mamuju, Katinting.com — Sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas penanganan kegawatdaruratan, RSUD Provinsi Sulawesi Barat, bekerja sama dengan Pro Emergency, telah menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS). Pelatihan intensif ini berlangsung dalam format hybrid selama enam hari, mulai tanggal 21 hingga 26 November 2025.

BACA JUGA: RSUD Sulbar Gelar Ronde Keperawatan Inovatif untuk Atasi Kekambuhan Bronchopneumonia pada Anak

Sebanyak 15 orang perawat terpilih dari berbagai unit di RSUD Sulbar mengikuti pelatihan yang terdiri dari sesi teori daring (21-23 November) dan pelatihan keterampilan praktik langsung (hands-on) secara luring di fasilitas rumah sakit (24-26 November). Fokus pelatihan adalah pada penanganan awal yang cepat dan tepat untuk kasus trauma berat dan henti jantung, yang merupakan dua kondisi kritis yang membutuhkan intervensi segera untuk menyelamatkan nyawa.

Direktur RSUD Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, Sp.PD, menegaskan pentingnya investasi sumber daya manusia ini. “Kecepatan dan ketepatan pertolongan pertama pada golden period kasus gawat darurat sering kali menjadi penentu hidup-mati pasien. Pelatihan BTCLS ini adalah standar kompetensi wajib yang kami tingkatkan secara berkala, agar setiap perawat kami tidak hanya siap, tetapi percaya diri dan terampil dalam mengambil tindakan penyelamatan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, para perawat dilatih untuk melakukan penilaian trauma sistematis, resusitasi jantung paru (RJP/CPR) yang berkualitas, stabilisasi tulang belakang, serta penggunaan alat bantu darurat. Kompetensi ini diharapkan dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pasien gawat darurat sebelum mendapatkan penanganan dokter penuh.

Keberadaan perawat-perawat dengan sertifikasi BTCLS terbaru ini akan memperkuat sistem penanganan darurat terintegrasi di RSUD Sulbar. Langkah ini sejalan dengan visi rumah sakit untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat Sulawesi Barat, dengan menjamin bahwa tenaga kesehatan di garis terdepan memiliki kemampuan profesional yang terstandar dan mutakhir. (*/Anhar)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat