oleh

Reses di Bambalamotu, SDK Komitmen Perjuangkan Nasib Petani

banner 728x90

Bambalamotu, Katinting.com – Anggota Komisi IV DPR RI Dr. H. Suhardi Duka MM serap aspirasi masyarakat di Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan sepak bola Kecamatan Bambalamotu, Selasa (1/3), juga dilakukan kegiatan Bimbingan Teknis Program Peningkatan Produktivitas Perkebunan Sawit Rakyat, dihadiri perwakilan Dirjen Perkebunan David, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Firman Argo Waskito dan Ir. H. Abidin serta  Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasangkayu.

Dalam laporan ketua panitia dari Dirjen Pertanian David mengatakan tujuan kegiatan untuk menyatukan persepsi dalam meningkatkan produksi pertanian khusus kelapa sawit, bagaimana berbudi daya sawit yang benar, memperbaiki panen dan pasca panen, serta memperbaiki kesejahteraan petani kelapa sawit.

BACA JUGA : SDK Dorong Peningkatan Produktivitas Perkebunan Sawit Rakyat  

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasangkayu Agus Subakti S.HUT., M.Si menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi petani kelapa sawit, diantaranya kesulitan mendapatkan bibit kelapa sawit berupa kecambah.

“Persoalan disini kesulitan mendapatkan kecambah dari Sumatera, karena persaingannya, jika ingin pesan inden dulu. Dampaknya membuat masyarakat ambil jalan pintas dengan cara bibit sawit dibeli dari pencabutan dari pohon induk, bibit yang tumbuh secara alami, sehingga tidak produktif,” kata Agus Subakti.

Itu produksinya rendah biasanya 3 ton tapi hanya bisa 1 ton, rendemennya rendah sampai 15-16% biar bobotnya tinggi tapi rendemen rendahnya. ucapnya

Sementara, Suhardi Duka (SDK) menyampaikan, pilihan dirinya untuk memilih Komisi IV di DPR RI karena ingin lebih dekat dengan petani.

“Saya di DPR disuruh memilik komisi yang ada, namun saya memilih komisi IV karena saya ingin dekat dan lebih bisa memperjuangankan nasib patani.

Ia juga menyampaikan soal kelangkaan minyak goreng, bak kelaparan di lumpung padi. Sebab katanya sebagai penghasil CPO (Crude Palm Oil) terbesar di dunia, tapi apa yang terjadi harga minyak goreng langka. “Kita yang hasilkan kita yang langka. Jadi ada yang salah kelolah. Bayangkan 51 juta ton ekspor kita, hanya dibutuhkan 7 ton untuk dalam negeri”.

BACA JUGA : SDK Serap Aspirasi dan Keluhan Petani Karossa

Lanjut kata SDK, Jadi negera ini harus diurus dengan baik. Biar negara bagus, rakyat harus pintar berdemokrasi, pintar memilih, sebut Bupati dua periode 2005-2010 dan 2010-2015.

Atas kelangkaan Kecambah Suhardi Duka di depan pihak Dirjan Pertanian meminta agar aspiranya bisa mengakomodir kebutuhan petani. “Khusus aspirasi saya di Pasangkayu itu masukkan kecambah yah,” pintanya.

Ia pun merasa bersyukur dengan kenaikan harga sawit saat ini mencapai Rp. 3.000,- sehingga ia akan mendorong revisi peraturan Kementan soal penetapan harga, supaya harga sawit bisa lebih tinggi.

Masih kata SDK, di Kabupaten Pasangkayu ini kurang lebih ada 80.000 Ha lahan sawit, saya berharap juga disisakan untuk kelapa dalam. “Supaya kalian tidak kehilangan minyak. Apalagi harga kelapa juga bagus khusus kopra putih”.

Terkait dengan pelaksanaan Bimtek, SDK mengatakan agar dapat meningkatkan produktifitas petani khususnya kepala Sawit, dengan membangun kelompok petani bisa kuat, ada posisi tawar.

Ia juga menyinggung soal PSR (Peremajaan Sawit Rakyat), yang mau mendapat dana PSR kita bantu, kalau lalu 20-25 juta perhektar, sekrang kita dorong sampai 40jt. Sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh petani, di usulkan melalui dinas terkait.

Foto bersama Suhardi Duka dengan peserta reses dan Bimtek di Bambalamotu. (dok. Anhar)

Haris, petani asal Desa Pangiang menyambut baik atas kunjungan Suhardi Duka. “Ini pertama kali ada anggota DPR RI yang melakukan reses di Bambalamotu. Kami tau kedatangan bapak Suhardi Duka bukan untuk kampanye tapi demi kami (petani),” ucap mantan Kades Pangiang ini.

Ia menyampaikan, pertanian di Desa Pangiang kurang lebih 100 sawah namun tidak ada pengering sehingga kurang maksimal, dan produksi berkurang karena pupuk kurang. Jika mendapatkan pupuk itu hanya cukup dapat setengah karung perorang dibagi dalam satu kelompok 10 orang.

Ia juga mengakui jika selama ini hanya memakai bibit cabut, dan mengeluhkan irigasi, bibit jagung serta infrastruktur jalan sehingga membutuhkan ongkos produksi yang tinggi, “Uangnya bisa dipakai makan tapi gaji lagi orang untuk bantu,” ucapnya.

Menjawab keluhan petani, Suhardi Duka berharap kepada Dinas Pertanian memikirkan masalah petani. Pupuk subsidi tidak semua bisa terima, karena yang bisa dapatkan hanya yang punya lahan 2 Ha ke bawah. Soal bibit jagung dan silahkan mengajukan melalui dinas pertanian, kita akan bantu. “Kita juga akan bantu hand traktor”.

SDK juga menyarankan agar petani tidak berlebihan menggunakan pestisida, dan menyarankan organik.

Sementara petani lainnya, mengeluhkan tanahnya masuk tanah kawasan, yang sejak moyangnya di Kelolah, namun saat hendak disertifikatkan tercatat sebagai Kawasan hutan lindung. Selain itu juga berharap ada perhatian terhadap masyarakat nelayan.

Menjawab hal tersebut Suhardi Duka menyarankan kepada warga untuk mengajukan pelepasan Kawasan melalui program TORA (Tanah Objek Reforma Agraria), “Silahkan ajukan kita bantu”. Lanjut, nelayan kita memang sekarang susah, Tapi kita bisa bantu Rumpong.

Menutup resesnya Suhardi Duka membagikan bibit durian Musang King kepada masing-masing petani yang hadir.

Suhardi Duka saat acara reses dan Bimtek di Bambalamotu. (dok. Anhar)

(Anhar)

Bagikan

Komentar