banner 728x90

Rayu : Lindungi Harga TBS Petani, Standar Indeks “K” Wajib 80 Persen

banner 728x90
Rayu didampingi Ketua DPW Apkasindo saat wawancara dengan wartawan

Rayu didampingi Ketua DPW Apkasindo saat wawancara dengan wartawan

Katinting.com, Mamuju – Sudah cukup, selama ini petani kita dicurangi oleh pihak perusahaan kelapa sawit di Sulawesi Barat (Sulbar), dengan menentukan indeks “K” yang sangat rendah dibanding daerah lainnya di Indonesia padahal kualitas buah sawit kita itu salah satu terbaik di Indonesia, sehingga hari ini, Kata Rayu SE anggota Komisi II DPRD Sulbar,  kita bersama semua pihak kita rapat penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) Sulbar tentang petunjuk pelaksanaan penetapan indeks “K” dan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun Sulbar. Selasa (10/05).

Indeks “K” adalah indeks proporsi yang dinyatakan dalam persentase (%) yang menunjukkan bagian yang diterima oleh pekebun.

“Pihak perusahaan tidak mau transparan, mereka diberi kesempatan untuk membawa semua draf dan dokumen pendukung untuk menentukan indeks K sehingga menghasilkan hitungan harga TBS petani, tapi mereak tidak mau terbuka. Padahal itu adalah buah petani, mereka hanya memfasilitasi, kan lucu masa buah saya dijual tapi harga penjualannya tidak saya tahu, mana kontrak penjualan itu tidak diperlihatkan. Sehingga tidak salah kalau saya sebut selama ini mereka telah merampok secara harus para petani, selama puluhan tahun,” kata Rayu dengan suara lantang.

Sambung politisi PDI Perjuangan ini, bertekad akan terus mengawal lahirnya Pergub untuk kesejahteraan petani. “Saya tidak mau adalagi petani yang dirampas haknya, Pergub harus lahir dan menentukan indeks K standar 80 persen, sehingga petani bisa bernafas legah, bahwa kemudian itu bisa lebih asal jangan kurang,” sebutnya

Kalau kemudian pihak perusahaan tidak membayarkan sesuai ketentuan harga, Rayu dengan tegas mengatakan bersama-sama petani akan melakukan upaya hukum dan sesuai yang akan tertuang dalam Pergub akan dicabut izin usaha perusahaannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Abd. Waris Bestari, menyambut baik semangat Rayu anggota DPRD Sulbar Daerah Pemilihan Mamuju Utara (Matra) dan bertekad untuk bersama-sama mengawal menuntaskan Pergub.

“Tentu sebuah langkah nyata dari perjuangan anggota DPRD kita di Sulbar, mereka Ajbar Abdul Kadir ketua komisi II dan pak Rayu telah berjuangan bersama-sama kami untuk kemudian bisa melahirkan Pergub sebagai pedoman nantinya dalam menentukan harga TBS, dan kita mau semuanya senang, Petani maupun  pihak perusahaan, jadi kita tidak mau ada yang dirugikan,” sebut Waris. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.