Katinting.com, Bontang – Perpustakaan PUBERTAS Kelurahan Berbas Pantai kembali menjadi sorotan di tingkat provinsi berkat inovasinya dalam mendorong literasi berbasis inklusi sosial. Setelah meraih juara 1 tingkat Kalimantan Timur tahun lalu, tahun ini PUBERTAS kembali mewakili Kota Bontang dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2025. Tim penilai dari provinsi melakukan kunjungan lapangan pada Jumat (25/7/2025), disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris.
Dalam kesempatan itu, Agus Haris menegaskan pentingnya peran perpustakaan sebagai ruang terbuka yang merangkul semua kalangan. Bukan sekadar tempat membaca buku, tetapi sebagai tempat belajar, berinteraksi, hingga berdaya secara ekonomi. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola dan mitra yang konsisten menghadirkan program-program produktif.
“Perpustakaan PUBERTAS telah menjadi wadah inklusif. Di sini ibu-ibu bisa cari resep, anak-anak bermain sambil membaca, dan UMKM belajar digital marketing. Inilah bentuk perpustakaan masa kini yang ideal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi agar perpustakaan tetap relevan di era digital. Menurutnya, dominasi gawai harus diimbangi dengan ruang belajar yang kreatif, ramah anak, dan ramah keluarga.
“PUBERTAS menjadi contoh bagaimana literasi bisa hidup berdampingan dengan teknologi, bahkan memperkuat peran sosial masyarakat,” terangnga.
Dalam presentasinya, Lurah Berbas Pantai Hadi Jumianto menjelaskan bahwa perpustakaan PUBERTAS berdiri sejak 2017 melalui hibah dari PT Badak LNG. Berlokasi di RT 24, Jalan Sultan Hasanuddin, perpustakaan ini tak hanya menyediakan 6.815 eksemplar buku dari 4.994 judul, namun juga dilengkapi fasilitas edukatif seperti komputer, wifi, mainan anak, proyektor, dan motor pintar yang membawa buku ke kawasan wisata dan pemukiman padat.
Lebih dari itu, PUBERTAS rutin menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan seperti pelatihan UMKM, kursus keterampilan, dongeng anak, hingga literasi di sekolah dan rumah makan. Tahun 2023, PUBERTAS juga meraih penghargaan nasional atas inovasi digital berbasis inklusi sosial.
Kehadiran perpustakaan ini menjadi bukti bahwa ruang literasi yang dikelola dengan pendekatan partisipatif dan inklusif mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Wakil Wali Kota pun berharap agar konsep seperti PUBERTAS bisa direplikasi di seluruh kelurahan.
“Ini bukan hanya lomba, ini momentum untuk memastikan bahwa setiap warga punya akses setara terhadap ilmu pengetahuan. Perpustakaan adalah jantung pembangunan manusia,” tutup dia. (Re)






