Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Proyek DAK Air Bersih Rp13 Miliar di Pasangkayu Mangkrak, Warga Desak APH Usut

Table of contents: [Hide] [Show]

Pasangkayu, Katinting.com – Proyek pembangunan jaringan distribusi dan sambungan rumah (SR) air bersih di Kabupaten Pasangkayu yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 dengan total anggaran lebih dari Rp13 miliar kini jadi sorotan.

Hingga Agustus 2025, pekerjaan yang tersebar di 11 desa pada 6 kecamatan itu tak kunjung rampung, bahkan sebagian besar belum bisa dimanfaatkan masyarakat.

Pantauan lapangan, Sabtu (30/8), salah satunya di Desa Doda, Kecamatan Sarudu, menunjukkan meski sejumlah jaringan pipa sudah terpasang, namun air tak pernah mengalir ke rumah-rumah warga.

Lebih parah lagi, di beberapa desa pemasangan pipa sama sekali belum diselesaikan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait pengelolaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

Sejumlah warga mengaku kecewa dan menduga proyek ini sarat dengan praktik mark up hingga berpotensi korupsi.

“Ini proyek miliaran rupiah, tapi kami tidak dapat manfaat. Air bersih yang dijanjikan tidak pernah mengalir, pipa saja ada yang belum terpasang. Kami menduga ada permainan dalam proyek ini,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.

Daftar Proyek DAK Air Bersih 2024 di Pasangkayu

Berdasarkan dokumen yang diperoleh, berikut 11 paket pekerjaan jaringan distribusi dan SR air bersih:

  1. Desa Rondomayang (Bambalamotu) – CV. Wahana Artha Dipa, Palu – Rp820,4 juta
  2. Desa Karya Bersama (Pasangkayu) – CV. Tiganusa, Palu – Rp1,61 miliar
  3. Desa Doda (Sarudu) – CV. Tiganusa, Palu – Rp1,68 miliar
  4. Desa Sarudu (Sarudu) – CV. Wahana Sulawesi, Palu – Rp902 juta
  5. Desa Sarude (Sarjo) – CV. Cakra Mas, Mamuju Utara – Rp1,54 miliar
  6. Desa Wulai (Bambalamotu) – CV. Balaesang Mandiri, Palu – Rp943 juta
  7. Desa Bambalamotu (Bambalamotu) – CV. Maputeh, Majene – Rp1,28 miliar
  8. Desa Kalukunangka (Bambaira) – CV. Geopratama, Palu – Rp1,04 miliar
  9. Desa Benggaulu (Dapurang) – CV. Geopratama, Palu – Rp1,52 miliar
  10. Desa Polewali (Bambalamotu) – CV. Maputeh, Majene – Rp1,29 miliar
  11. Desa Tampaure (Bambaira) – CV. Karya Insan Cita Membangun, Palu – Rp971 juta

Total anggaran: lebih dari Rp13 miliar.

Dari data tersebut, terlihat ada perusahaan yang menggarap lebih dari satu paket proyek, seperti CV. Tiganusa, CV. Geopratama, dan CV. Maputeh. Mayoritas kontraktor pelaksana juga berasal dari luar Pasangkayu, antara lain Palu (Sulawesi Tengah) dan Majene (Sulawesi Barat).

Melihat kondisi proyek yang mangkrak, warga mendesak aparat penegak hukum (APH) seperti kejaksaan dan kepolisian segera turun tangan. Mereka meminta adanya penyelidikan transparan baik terhadap kontraktor maupun instansi terkait yang dianggap lalai dalam pengawasan.

“Uang negara sebesar Rp13 miliar lebih bukan jumlah kecil. Kalau dibiarkan, ini jelas merugikan rakyat. Kami minta aparat hukum jangan tutup mata, segera usut dugaan penyimpangan proyek ini,” tegas seorang warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan penyelesaian proyek DAK air bersih tersebut.

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat