Luwuk, Katinting.com – Pondok Pesatren Modern Al Istiqamah, Ngata Baru membuka cabang baru dan perdana di kabupaten Banggai.
Peletakan batu pertama pembangunan lembaga pendidikan islam ternama di Sulawesi Tengah itu, dibangun di atas lahan seluas enam hektar di Bukit Lelean, Desa Padungnyo, Kecamatan Nambo, Kabupaten Baggai, Sulawesi Tengah.
Kata Kepala Desa Padungnyo, Halima Ineng dalam sambutan, Lelean dalam bahasa lokal berarti kabar. Dia berharap bisa memberikan cahaya terhadap sekitar dan umumnya kabupaten Banggai.
“Hadirnya pondok di bukit ini, kita berharap dapat menjadi cahaya bagi sekitar dan umumnya kabupaten Banggai. Selama bertahun-tahun, kami dan masyarakat menunggu kabar apa yang akan disampaikan dari sini,” sambut Halima.
Ini lanjut Halima, semacam kotak pandora. Hari ini, Rabu, 27 Juli 2023 akan dimulai peletakan batu pertama pembangunan pusat pendidikan Islam berbasis pesantren. Dan, itu menjadi catatan sejarah.
Bupati Banggai, Amiruddin Tamoreka yang membuka langsung acara ini, menyampaikan rasa haru dan sempat meneteskan air mata.
Pasalnya, dia mengaku semua anaknya keluaran pesantren. Bahkan dua di antaranya sudah melanjutkan studi di luar negeri.
“Saya haru dan meneteskan air mata. Anak-anak saya semuanya lulusan pesatren. Dan, dua orang kini melanjutkan pendidikan di luar negeri. Itu berarti pondok mampu melahirkan anak didik yang mampu bersaing secara global,” aku Amiruddin.
Bagi dia, pondok pesantren yang dibangun ini merupakan berkah bagi warga Padungyo dan sekitarnya. “Ini artinya mengajak warga untuk masuk surga, insya Allah,”.
Di tengah sambutan, cuaca pada saat ini memang kurang bersahabat dan akhirnya hujan pun turun. Namun itu, tidak menyurutkan semangat bupati dan ratusan warga yang hadir menyaksikan.
“Hujan semakin deras, itu tandanya keberkahan pondok ini semakin banyak. Saya pun semangat dan antusias karena sambutan masyarakat sekitar. Nantinya, ini akan menjadi berkah bagi Padungnyo dan kecamatan Nambo,” tambah dia.
Hadirnya pondok Padungnyo, ke depan diaharapkan tak hanya menggerakkan pendidikan, tapi juga sebagai investasi bagi desa hingaa daerah.
Sebagai bupati, pihaknya akan memperbaiki akses jalan menuju lokasi tersebut sekira dua kilometer dari jalan poros. Selain itu, dia juga akan membantu air bersih.
“Saya akan bangun jalan minimal lebar enam meter. Juga kami bantu air bersih dengan sumur bor. Secara pribadi, sore ini saya akan menyumbang seribu sak semen. Ini harus cepat jadi (dibangun). Kalau sudah berdiri, saya akan berikan lagi bangunan,” janji Amiruddin disambut riang ratusan warga dan para alumni pondok Ngata Baru yang sempat hadir.

Pimpinan Pondok Modern Al Istiqamah, KH. Muhammad Arif Siraj pun tak mampu menahan keharuan. Dia menyebut, ini momen berharga dan bersejarah.
“Inilah cabang pertama pondok kita dengan segala likunya tepat pada 30 tahun usianya. Terima kasih Bapak bupati dan Ibu kepala desa serta warga diberikan kesehatan dan kekuatan lahir dan batin oleh Allah SWT,” sebut Arif Siraj.
Tak lupa, secara khusus mengucapkan terima kasih kepada M. Teding dan keluarga yang telah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan pesantren.
Dia menjelaskan, Pondok Modern Al Istiqamah merupakan salah satu pesantren berstatus muadalah (kurikulum tersendiri berupa dirasah islamiyah) yang diberikan oleh pemerintah untuk mengatur sendiri.
Arham Bustaman






