
Katinting.com, Sangatta – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan masih membutuhkan sekitar 7.000 hektare lahan persawahan baru guna memenuhi kebutuhan pangan daerah dan mewujudkan target swasembada.
Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan jumlah penduduk Kutim yang mencapai 456.333 jiwa memerlukan sedikitnya 10.000 hektare lahan sawah dengan pola tanam dua kali panen per tahun. Namun, saat ini luas sawah eksisting baru mencapai 2.600 hektare.
“Kami masih memerlukan lebih dari 7.000 hektare percetakan sawah baru untuk mencukupi kebutuhan pangan daerah,” ujar Dyah di Sangatta.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Bupati dan Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman–Mahyunadi telah menetapkan program unggulan berupa percetakan 10.000 hektare sawah baru sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.
DTPHP sebagai perangkat daerah yang menangani sektor pertanian terus menyusun strategi agar target tersebut dapat dicapai dalam lima tahun ke depan.
Dyah menambahkan saat ini Kutim mulai menerapkan Gerakan Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) 300 guna meningkatkan produktivitas pertanian.
Melalui skema ini, petani diarahkan melakukan pola tanam tiga kali dalam setahun.
“Tahun ini kami sudah mulai menerapkan IP 300, progresnya adalah pertanian dengan tiga kali tanam serta pembukaan puluhan hektare lahan sawah baru,” tegas Dyah.
Ia menyebutkan, selain mengejar swasembada, pemerintah daerah juga menargetkan Kutim dapat menjadi penyedia beras lokal bagi daerah sekitar seperti Kota Bontang dan Samarinda.
“Harapannya Kutim bisa menjadi lumbung pangan. Target ini kami upayakan tercapai paling lambat tahun 2030,” pungkasnya.(Adv)






