Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Penerima Manfaat LPG 3 Kg di Mamuju Tengah, Tak Perlu Risau

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Mamuju Tengah, Colleng Sulaiman. (Dok. Ist)

 

Mateng, Katinting.com – Konflik Rusia dengan Ukraina, telah memicu lonjakan harga gas dunia, tentu dampaknya pada kenaikan harga gas non subsidi di Indonesia, dan sejak tanggal 1 Maret 2022 untuk gas rumahan isi 5,5 kilogram dan 12,5 kilogram telah mengalami kenaikan sebesar Rp.2000 di tingkat pangkalan.

Saat di hubungi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mamuju Tengah, Colleng Sulaiman, menuturkan bahwa untuk kenaikan harga gas rumahan isi 5,5 kg dan 12,5 kg tidak bisa di hindari, sebab memang bukan gas yang di subsidi harganya.

“Karenanya sejak tanggal 1 Maret lalu, sudah bertambah kenaikannya Rp.2000 ditingkat pangkalan, tentu ini konsekuensi harga gas non subsidi, kalau yang di subsidi tak ada masalah” tutur Colleng.

Katanya, meski mengalami kenaikan, pasokan distribusi untuk gas isi 5,5 kg dan 12,5 kg, masih tetap aman, sebab kenaikannya bukan di picu oleh kelangkaannya, tapi karena penyesuaian bergolaknya harga gas secara global di pasar dunia saat ini.

“Kami cek di pangkalan distribusi normal, hanya harga yang mengalami kenaikan, sejak awal bulan ini” kata Colleng.

Terkait, harga gas isi 3 kg, untuk warga miskin, meskipun harga gas non subsidi bergerak naik, namun gas di kemas di tabung warna melon, tak mengalami kenaikan, terlebih pihaknya terus mengingatkan agen untuk memantau pangkalannya.

“Jadi penerima manfaat gas bersubsidi tak perlu risau dan panik, karena tabung kemasan warna melon tak mengalami kenaikan, harganya masih di subsidi pemerintah, dan kami terus mengawasi pangkalan melalui para agen” tegas Colleng.

Ia memastikan hingga memasuki bulan suci ramadan, tak akan kenaikan harga gas LPG isi 3 kilogram, dan distribusinya tetap lancar, karena pihaknya terus melakukan pengawasan dan komunikasi bersama agen dan pangkalan.

“Ini memang sudah menjadi tanggungjawab kami, agar masyarakat penerima manfaat gas bersubsidi tak risau dengan kondisi gejolak harga gas di pasar dunia, sebab pemerintah menjamin tak ada kenaikan harga gas bersubsidi” pungkas Colleng.

(Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat