
Mamuju, Katinting.com – Pelantikan anggota DPRD Mamuju masa bakti periode 2019-2024, diwarnai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di depan Gedung DPRD Mamuju, Jalan Yos Sudarso, Senin (2/9).
PMII Cabang Mamuju dalam aksinya mengangkat tema ‘Selamat Atas Dilantiknya Anggota DPRD Kabupaten Mamuju Priode 2019-2024 Ditunggu Kinerjata’.
Aksi yang dilakukan PMII ini bertujuan menyampaikan aspirasi yang notebennya refleksi 5 tahun yang lalu, atas kinerja DPRD sebelumnya yang dinilai jauh dari kepentingan rakyat.
Olehnya itu PMII Cabang Mamuju meminta anggota DPRD yang baru saja dilantik ini betul-betul menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, dan kebijakanya terarah kepada kepentingan masyarakat luas.
Ketua PMII Cabang Mamuju, Muhammad Hassanal dalam orasinya menegaskan, sebanyak 30 anggota DPRD yang baru saja dilantik ini bakal menjadi bulan-bulanan di demo PMII jika kebijakan perwakilan rakyat tersebut tidak berpihak kepada rakyat.
“Sebab banyak kepincangan yang terjadi di Kabupaten Mamuju termasuk Pendidikan, Kesehatan, Insprastuktur, serta masi banyak lagi hal-hal yang perlu di benahi 5 tahun kedepannya,” kata Muhammad Hassanal.
Sekitar 3 jam menggelar aksi, tak satupun perwakilan DPRD yang menemui massa aksi. Padahal menurut Ketua PMII Cabang Mamuju ini, aksi yang dilakukan adalah aksi damai dan telah melalui kajian terlebih dahulu sebelum turun ke jalan.
“Jadi ini sangat mendasar dan sangat butuh dievaluasi kedepannya untuk anggota DPRD yang baru agar kebijakannya mengarah pada kepentingan masyrakata.” Jelasnya
“Kami sudah 3 jam lebih disini, namun tak satupun angota DPRD menemui kami, hal ini menjadi catatan bahwa pihak keamanan tidak mempu negosiasi dengan DPRD baru dan DPRD yang berjumlah 35 kami nilai tidak mencerminkan wakil rakyat, karna tidak ada aturan satupun yang mengatakan DPRD tidak bisa di temui rakyatnya” tambahnya.
Namun saat hendak di temui oleh ketua DPRD sementara, Azwar Anshari Habsi, massa aksi lebih memilih meninggalkan lokasi aksi karena mereka merasa terlalu lama menunggu.
“Itulah gambaran kecil rakyat bahwa rakyat kecil akan sabar menunggu wakilnya, namun kalau terlalu lama menunggu tentu juga rakyat akan pergi membwa luka sebab mereka juga manusia biasa,” tutup Hasanal.
(Panji/Zul)






