Katinting.com, Bontang – Sampah bukan semata untuk dibuang. Di tangan para siswa SMP Negeri 3 Bontang, limbah plastik justru disulap menjadi karya seni yang kreatif dan bermanfaat. Melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”, para siswa menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai lebih jika dikelola dengan bijak.
Pada Jumat (23/5/2025), halaman sekolah dipenuhi semangat dan warna dalam acara bertajuk Karya Simfoni Plastik: Harmoni Daur Ulang dalam Karnaval Ceria dan Ecobrik untuk Menyelamatkan Bumi. Meski cuaca tak bersahabat, antusiasme siswa tak surut sedikit pun.
Hasnawati, staf kesiswaan SMPN 3 Bontang, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan seluruh siswa kelas 7 dan 8.
“Kelas 7 membuat kostum karnaval dari bahan daur ulang seperti karton, kain perca, dan botol plastik. Sementara kelas 8 memproduksi Ecobrik—botol plastik yang diisi sampah hingga padat, menjadi semacam batu bata ramah lingkungan,” jelasnya.
Ecobrik yang dibuat dari limbah kemasan jajanan hingga deterjen disusun membentuk rangka bertuliskan “I Love Spentig”, singkatan dari SMPN 3. Tak kurang dari 600 Ecobrik berhasil diproduksi oleh sekitar 208 siswa kelas 8, dengan masing-masing botol memiliki berat rata-rata 350 gram.
Sementara itu, siswa kelas 7 yang berjumlah sekitar 210 orang, bekerja secara berkelompok menciptakan kostum bertema lingkungan. Kostum ini sekaligus menjadi persiapan mereka untuk ajang Bontang Carnaval City yang akan datang.
“Persiapan ini sudah dimulai sejak sebelum bulan puasa. Soal biaya pun tidak membebani, karena hanya urunan ringan, terutama untuk bahan-bahan seperti lem dan kawat,” kata dia.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya belajar soal seni dan kreativitas, tetapi juga menyadari bahwa sampah punya potensi untuk diolah menjadi sesuatu yang bernilai.
“Anak-anak ternyata bisa menghasilkan karya luar biasa. Ini bukti bahwa sampah tidak harus dibuang begitu saja, tapi bisa dijadikan sebuah karya seni yang membanggakan,” tutupnya.
Penulis: Manda Wulandari






